Proyek Underpass Usik Warga Makamhaji

JO, Sukoharjo – Tidak ingin kecolongan dengan aksi protes penolakan yang berakibat kegagalan, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo gencar lakukan pendekatan kepada warga termasuk menyediakan anggaran Rp 2,1 miliar untuk ganti rugi lahan. Hal tersebut dilakukan untuk memperlancar program bersama antara Pemkab Sukoharjo dengan pemerintah pusat terkait pembangunan underpass di Makamhaji, Kartasura tahun depan.

Kepala Dishubinfokom Sukoharjo, Bambang Sutrisno saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa protes mengalir dari warga yang lahannya terkena pengerjaan underpass. Namun protes tersebut masih dianggap wajar oleh petugas.

Karena itu untuk mencegah semakin membesarnya bentuk protes berupa penolakan dari warga. Maka mulai saat ini Dishubinfokom sudah melakukan pendekatan dengan melakukan sosialisasi ke lapangan. Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan bahwa Pemkab Sukoharjo siap memberikan ganti rugi kepada warga yang lahanya terkena proyek pengerjaan underpass.

Untuk saat ini tahapan sosialisasi juga ditujukan sekaligus melakukan pendataan. Siapa saja warga yang seharusnya mendapatkan dana ganti rugi akan segera diketahui. “Pendataan ini penting sekali bagi kami. Karena itu dalam waktu dekat ini kami akan mengumpulkan warga Makamhaji terutama mereka dekat dengan lokasi. Nanti kami juga akan mendengarkan apakah ada yang meminta ganti rugi atau tidak, syukur-syukur tidak ada,” ujar Kepala Dishubinfokom Sukoharjo Bambang Sutrisno saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan Bambang bahwa dalam pengerjaan proyek underpass nanti ada dua sumber keuangan. Pertama untuk proyek underpass itu sendiri ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun sampai sekarang berapa anggaran yang disediakan belum diketahui pasti. Sedangkan untuk sumber keuangan kedua untuk kebutuhan ganti rugi lahan kepada warga diambilkan dari APBD 2012 Kabupaten Sukoharjo. Diperkirakan total anggaran yang disediakan sekitar Rp 2,1 miliar. – krj