Ekspor Ikan Segar ke Swiss Belum Optimal

JO, Solo – Komoditi ekspor ikan lele segar dari Indonesia ke Switzerland (Swiss) masih tergolong rendah. Padahal tingkat kebutuhan komoditi ikan di sana cukup tinggi. Tiap tahun, Negara penghasil keju tersebut membutuhkan sedikitnya 53 ribu ton ikan segar untuk dikonsumsi sehari-hari. Sedangkan produksi domestik ikan segar di Negara Switzerland hanya 3 ribu ton saja. Artinya, negara itu mengimpor lebih dari 50 ribu ton ikan segar dari luar negeri tiap tahun.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Switzerland Djoko Susilo mengatakan, potensi Indonesia untuk ekspor ikan segar ke Negara tersebut sebenarnya cukup besar. Hanya saja, pelaku usaha di tanah air kurang peka terhadap peluang yang ada. “Sementara ini yang sudah masuk pasar disana (Switzerland-red) hanya satu supplier saja,” katanya kepada wartawan, di Solo,  Sabtu (3/12/2011).

Menurutnya, ada beberapa hambatan yang dialami oleh pebisnis ikan segar dari Indonesia untuk bisa masuk di pasar Switzerland. Diantaranya, kurang adanya koordinasi antar produsen ikan segar di tanah air untuk menyerbu pasar Switzerland secara bersama-sama. “Kalau ada usaha yang terkoordinasi, pasti bisa masuk. Kalau sendiri-sendiri, akses market kesana memang susah,” tambahnya.

Dengan adanya koordinasi massal antar produsen tanah air yang masuk ke sana akan membawa keuntungan tersendiri. Yakni, biaya pengiriman bisa ditekan seminimal mungkin. “Kalau pengiriman dalam partai besar biaya lebih murah. Pengurusan perijinan juga terkoordinir,” tuturnya. – tml