Bank Jateng Karanganyar Siap Bina Desa Unggulan

JO, Karanganyar – Bank Jateng Karanganyar menyiapkan model pembinaan desa unggulan, dengan sistem klaster. Produk yang menjadi unggulan dan menjadi ciri khas Karanganyar, akan dibina sehingga menjadi sumber untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

‘’Tidak sekadar dibuatkan akses mudah ke lembaga perbankan, akses permodalan, namun juga akses pemasaran. Dengan begitu, diharapkan akan berkembang dan dampaknya akan bisa dirasakan seluruh warga desa,’’ kata Teguh Hariyanto, pemimpin cabang Bank Jateng Karanganyar.

Dia mengatakan banyak produk unggulan yang memungkinkan dikembangkan. Misalnya jamur, juga tanaman obat, atau produk pertanian maupun kerajinan yang dibuat warga.

‘’Mungkin selama ini belum tersentuh pembinaan secara intensif saja, sehingga belum menjadi andalan. Saya yakin jika sudah ketemu, rasanya akan bisa dikembangkan menjadi lebih besar dan massal,’’ kata dia.

Teguh mencontohkan yang pernah dilakukan di Kudus, saat menjadi pemimpin cabang di sana. Dia melakukan hal yang sama di desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus. Desa terpencil yang sekarang sudah berkembang menjadi pusat bordir dan konveksi.

‘’Awalnya sebetulnya ketika ada satu atau dua warga mengajuka kredit. Ketika disurvei di lapangan itulah kami menemukan potensi luar biasa, karena semua warga sebetulnya memiliki keahlian bordir dan konveksi. Namun skalanya kecil-kecil,’’ kata dia.

Akhirnya bersama Pemkab Kudus, bahkan kemudian GTZ (Jerman) dan Swiss Contact, terjun bersama melakukan pembinaan secara sinergis. Blue print untuk pengembangan desa itu dibuat bersama.

‘’Hasilnya luar biasa. Hanya dalam waktu sekitar 3-4 tahun saja, desa itu sudah berkembang menjadi desa produktif, dengan rata-rata omset sekitar Rp 3 miliar. Itu hanya bahan baku bordir dan koveksi saja, belum yang lainnya.’’
Seluruh warga desa kini sejahtera dengan pendapatan yang lumayan cukup untuk hidup. Desa terpencil itu kini menjadi tujuan studi banding dari berbagai daerah, karena produktifitasnya yang tinggi.

‘’Pak Gubernur Bibit Waluyo menjadikannya contoh bali ndeso mbangun deso, dengan menciptakan one village one product. Ada satu desa unggulan dengan produk yang sangat bagus dan mengangkat desa itu ke tingkat kesejahteraan yang baik.’’

Teguh ingin melakukan itu di Karanganyar. Karena itulah dia akan mengajak  Pemkab, juga pihak lain termasuk media untuk mendukung dan menemukan desa yang siap dikembangkan menjadi desa unggulan itu. ‘’Saya di Kudus dibantu oleh Suara Merdeka dan juga lainnya. Setiap saat kami ajak berdiskusi memantau perkembangan desa, dan juga membuka akses informasi maupun akses lainnya. Sebab dari situ, akses pasar juga akan terbuka. Inilah yang akan kami tawarkan.’’

Dia percaya tidak semua masalah harus didekati dengan bantuan dana, atau sekadar uang. Namun perhatian, pembinaan, dan juga bantuan teknis lainnya justru bisa membangkitkan usaha. Masyarakat tergerak mandiri. Ini yang penting. –hk55