Potensi Budaya dan Seni Lokal Ramaikan CFN

JO, Solo – Car Free Night (CFN) yang digelar di jalan Slamet Riyadi, Sabtu (31/12/2011) menampilkan 20 kelompok kesenian lokal dan dibagi menjadi 5 grup, terbagi mulai dari perempatan Purwosari hingga bundaran Gladag.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)  Solo Widdi Srihanto menyatakan, bahwa semua kelompok kesenian di acara tersebut menampilkan potensi budaya lokal. “Dominan warna putih kostum yang bakal dikenakan oleh mereka agar lebih kontras,” katanya kepada wartawan, Rabu (28/12/2011).

Aneka jenis musik dan kebudayaan lokal Solo dan luar kota Solo, dari musik keroncong, pementasan ketoprak sampai dengan reog dan drum band diprediksi semakin menambah kemeriahan malam pergantian tahun tersebut, tambah Widdi.

Dijelaskannya, sepanjang jalan tersebut, panitia membuat 7 panggung, dan di tiap panggung mewakili komunitascmasing-masing. Ketujuh panggung tersebut ditempatkan mulai dari depan Solo Center Point, Solo Grand Mall, pertigaan Kodim, depan dalem Wuryoningratan, depan Hotel Cakra, perempatan pasar Pon dan bundaran Gladak.

Walikota Solo Jokowi, bersama dengan unsur Muspida dan tamu undangan akan berada dipanggung perempatan Pasar Pon menikmati rangkaian acara disana. Sedangkan di puncak acara, tepat pukul 00.00 WIB,  meniup terompet bareng dan pesta kembang api akan menambah kemeriahan pergantian tahun baru di kota Solo.

“CFN bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan warga masyarakat Solo dan sekitarnya, saat merayakan pergantian tahun dengan tanpa asap kendaraan bermotor,” pungkas Widdi. – yan