Dana Program Mobnas Kiat Esemka Dipertanyakan

JO, Solo – Pro kontra, dukung mendukung terus berlanjut paska pemberitaan di media massa baik elektronik dan cetak, lokal maupun nasional tentang mobil nasional Kiat Esemka. Bahkan pesanan pun terus mengalir, padahal untuk uji kelaikan jalan pun belum seratus persen diperoleh.

Sehingga memicu pengamat kebijakan publik dan banyak Lembaga Swadaya Masyarakat diwilayah Solo dan sekitarnya, tergelitik untuk menyoroti tentang asal muasal dana yang digunakan untuk program pembuatan maupun perakitan kendaraan tersebut.

Dimulai dengan ketidak terbukaannya memberikan informasi tentang gambar tehnik, sumber dan proses pendanaan, asal komponen sehingga semakin membuat kontroversi kian membesar dilapangan.

Padahal hampir pasti, mobil Kiat Esemka diproduksi secara massal. Direktur Pembinaan SMK Dirjen Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan Joko Sutrisno memperkirakan prosesnya akan berlangsung hingga bulan depan.

”Masalah ini juga sudah sampai Presiden, hampir bisa dipastikan Kiat Esemka akan diproduksi massal,” kata Joko Sutrisno di Klaten, beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk persiapan produksi massal, pihaknya telah pembagian tugas, kepada 23 SMK terbagi di 33 titik, lalu dikumpulkan di assembly line-nya untuk dirakit. Dan menurutnya, Kementrian Keuangan sudah memberikan dukungan berupa kemudahan fiskal, sedangkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat memberikan dukungan dengan memesan 40 unit untuk kendaraan dinas.

Sementara guna membangun pabrik perakitan tak semudah yang dibayangkan. Untuk membuat prototipe Esemka, konon menghabiskan Rp 350 juta. Lepas apakah itu untuk pengerjaan asembling dengan pendekatan pembuatan bodi ala sistem kenteng manual.

Ketidak jelasan tempat pengerjaan cor logam dibuat, lalu master cetakan untuk aneka macam suku cadang, mulai dashboard, stang kemudi, spion dan sebagainya, yang masing-masing dibikin cetakannya sendiri-sendiri, dan bukan harga yang murah.

Akan semakin ironi dengan berjibunnya pesanan yang terus masuk, Esemka dan Kiat akan kelabakan memenuhi. Karena pesanan tak sesuai ekspektasi, dijamin kelabakan di sisi pengerjaan maupun pendanaan. – berbagai sumber/Rio