Pengembalian Dana Kasus Buku Ajar Klaten, Dipertanyakan

JO, Klaten – Pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,4 ke kas daerah oleh ketujuh rekanan dalam kasus korupsi pengadaan buku ajar SD/MI Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2003/2004 membuat tanda tanya besar sejumlah kalangan.

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pelayanan Publik Klaten, Joko Yunanto kepada wartawan, mengatakan, pihaknya menilai bahwa pengembalian uang tersebut justru mengindikasikan keterlibatan ketujuh rekanan dalam melakukan perbuatan melawan hukum.

Seperti diketahui, korupsi proyek pengadaan buku ajar Tahun Anggaran 2003/2004 ini telah merugikan negara sebesar Rp 2,4 miliar. Uang tersebut dikembalikan oleh tujuh rekanan ke kas daerah melalui Bank Pemerintah Daerah pada tanggal 9 September dan 12 September 2011 lalu.

Atas pengembalian uang itu, menurut Joko, bisa dijadikan sebagai barang bukti. “Pengembalian tak menghalangi proses hukum. Itu justru jadi barang bukti, dan mengindikasikan yang bersangkutan melakukan perbuatan melawan hukum,” tandasnya.

Joko juga mempertanyakan dasar pengembalian uang oleh ketujuh rekanan tersebut. Menurutnya, pengembalian uang harus memiliki dasar yang kuat. Misalnya, untuk apa uang itu dikembalikan dan mengapa pengembaliannya setelah kasus itu mencuat.

“Mestinya harus ada dasar pengembalian yang jelas, tidak tiba-tiba, apalagi kasus sudah mencuat sejak tahun 2005. Kalau niat mengembalikan mestinya sejak enam tahun yang lalu, mengapa baru sekarang saat proses hukum sudah berjalan,” ujar Joko. – tml