Gubernur Jateng Dukung Kemenhub Tingkatkan Mutu Kereta Api

Bibit - kereta apiJO, Ambarawa – Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo mendukung upaya Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan mutu moda transportasi KA terutama yang melintasi wilayah Jawa Tengah. “Pembangunan itu menjadi pemacu perekonomian Jawa Tengah menuju kesejahteraan bersama yang lebih baik,” ujar Bibit Waluyo.

Menyinggung tentang rencana reaktifasi jalur lintas Kedungjati-Tuntang, Gubernur Bibit Waluyo berharap dapat menciptakan potensi ekonomi baru berbasis masyarakat. Antara lain potensi wisata di beberapa desa atau wilayah yang dilalui jalur kereta api itu.

Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono PhD menegaskan rencana revitalisasi dan reaktifitasi jalur transportasi kereta api terutama di Pulau Jawa diharapkan dapat mengurangi beban jalan raya. Selain mengurangi kepadatan kendaraan bermotor, juga dapat menghemat konsumsi BBM.

“Program reaktifasi dan revitalisasi jalur kereta api diharapkan dapat menjadikan Indonesia mengalami perubahan moda transportasi darat. Beban jalan raya dan konsumsi BBM oleh kendaraan bermotor sekaligus dapat dikurangi,” katanya saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) reaktifitasi jalur transportasi kereta api lintas Kedungjati-Tuntang di Museum Kereta Api Ambarawa. Senin lalu.

Penandatanganan MoU pengaktifan kembali jalur lintas Kedungjati-Tuntang dilakukan oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan, Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dan Sekretaris Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Yayat Rustandi mewakili Dirut PT KAI Ignasius Jonan. Ikut menyaksikan Bupati Semarang H Mundjirin, Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin dan undangan lainnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Bambang Susantono, agenda reaktifitasi jalur KA dilakukan jajaran PT KAI di ruas-ruas jalur yang memiliki potensi pengembangan yang besar. Dasarnya bisa untuk kepentingan pariwisata maupun logistik sebagai bagian dari peningkatan pelayanan pengangkutan barang dan orang. Termasuk didalamnya reaktifasi jalur lintas Kedungjati-Tuntang yang bisa mencapai Ambarawa.

Sedangkan agenda revitalisasi jalur KA berupa pembangunan jalur ganda (double track) Jakarta – Surabaya sepanjang lebih kurang 727 km ditargetkan selesai 31 Desember 2013 mendatang. “Dari jalur itu, sepanjang 200 km antara Cirebon-Brebes-Pekalongan-Semarang-Surabaya dikerjakan sepenuhnya oleh putra-putra Bangsa Indonesia sendiri tanpa bantuan konsultan asing. Ini sebuah capaian prestasi yang membanggakan,” tegas Wamenhub.

Jika kedua agenda itu terlaksana, Wamenhub mengatakan Indonesia akan mencapai tahap renaissance atau pembaharuan di bidang transportasi darat. Selain mengurangi beban jalan raya, diharapkan pula probabilitas terjadinya kecelakaan di jalan raya juga akan berkurang. Dicontohkan, satu rangkaian kereta api dapat menarik 40 kontainer atau setara dengan 40 truk barang. “Bisa dibayangkan, 40 truk dapat dihilangkan dari jalan raya. Sehingga kemungkinan kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi,” jelasnya lagi. – hum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.