Rumah Sakit Harus Komit Layanani Masyarakat Miskin

image001JO, Semarang – Seluruh Rumah Sakit di Jawa Tengah harus dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik terhadap pasien dari masyarakat miskin, terutama peserta Jamkesmas dan Jamkesda. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo usai membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah dengan thema “Konsolidasi Percepatan Pencapaian Target Pem-bangunan Kesehatan dan MDG’S” yang berlangsung di Hotel Patra Jasa, Rabu (30/1) lalu.

Penegasan Gubernur disampaikan karena ada pasien dari keluarga tidak mampu yang harus segera mendapatkan pertolongan ditolak oleh Rumah Sakit, karena terlambat mendapatkan pertolongan akhirnya pasien meninggal.

“Siapa saja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari negara atau pemerintah, termasuk pasien dari kalangan masyarakat miskin harus mendapatkan prioritas pelayanan kesehatan dari Rumah Sakit,” tegas Gubernur,.

Untuk itu, Gubernur meminta komitmen dari seluruh Rumah Sakit terutama yang ada di Jawa Tengah untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat miskin, terutama peserta Jamkesmas dan Jamkesda. Diakuinya jika saat ini masih ada yang mengeluhkan beratnya pembayaran. Oleh karenanya Dinas Kesehatan Provinsi harus segera menata dan memvalidasi data masyarakat miskin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, mengakui validasi data sangat penting, seiring dengan adanya pergerakan tingkat perekonomian di masyarakat. Harapannya, sebelum tahun 2014 dengan dikeluarkanya peraturan baru dari Kementerian Kesehatan memuat konsep validasi data yang menyangkut pendapatan dan status sosial sehingga semakin konkret dan nyata. Kuota Jamkesmas untuk Jateng tahun 2013 mencapai 14.151.775 orang.

Selanjutnya dengan dukungan APBN Tahun 2013 sebasar Rp 365,05 Miliar, APBD sebesar Rp 1.031,5 Miliar, APBD Kabupaten/Kota sebesar Rp 4.707,81 Miliar dan BLUD Rumah Sakit sebesar Rp 2.304,09 Miliar serta ketersediaan Sumber Daya Kesehatan, tenaga Dokter Umum : 6.668 Orang, Dokter Gigi : 1.118 Orang, Bidan : 14.665 Orang, Perawat : 26.367 Orang, Tenaga kesehatan lainnya : 16.128 Orang, tugas dalam memberikan Pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat miskin dapat diwujudkan.

Selain itu tantangan di tahun 2013 bidang Kesehatan di Jawa Tengah adalah mengimplementasikan SJSN – BPJS 2014, Peran dan Fungsi Puskesmas, Kelembagaan dan SDM Kesehatan, Pelaksanaan Rujukan – SPGDT dan kejelasan peran dan fungsi Provinsi. Tantangan lain diantaranya Persalinan Nakes di Fasilitasi Pelayanan Kesehatan, Kematian Ibu, Bayi dan Balita, Penyakit Menular, Penyakit Tidak menular, Penyediaan Air Bersih dan Bencana Alam. Kesemuanya itu perlu sinkronisasi konsep dan pola operasional dalam forum Rakerkesda dengan jajaran BKKBN.

Untuk percepatan pelaksanaan kegiatan pencapaian indikator pembangunan kesehatan di Jawa Tengah tahun 2013, Rakerkesda kali ini diikuti 557 Orang Peserta, selain melibatkan semua jajaran kesehatan di Jawa Tengah, yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Direktur Rumah Sakit Umum/Khusus Daerah, juga melibatkan Kepala BKKBN 35 Kabupaten/Kota, Pimpinan Instansi Vertikal Kesehatan, Institusi Pendidikan Kesehatan, Asosiasi Profesi, Kepala Puskesmas se eks Karesidenan Semarang, Direktur Rumah Sakit Swasta, Patner Kerja UNICEF, EMAS,KNCV, Global Fund dan KPA. –bud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.