Penjualan Rumah Subsidi Turun

Rumah SubsidiJO, Solo – Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soloraya, Yulianto W Kusumo, menyatakan bahwa pada dasarnya permintaan rumah untuk semua segmen  meningkat signifikan, kecuali rumah bersubsidi yang justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Solo pun, penjualan rumah bersubsidi tipe kecil cenderung turun. Kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah tipe 21 hingga akhir Desember 2012 kemarin hanya senilai Rp 850,403 miliar. Nilai tersebut lebih kecil dibanding dengan bulan sebelumnya, ditahun yang sama yakni Rp 890,765 miliar.

“Untuk rumah bersubsidi pertumbuhannya melambat, karena KPR bersubsidi diatur pemerintah, termasuk harganya,” terang Yulianto. Aturan yang selalu berubah-ubah, sehingga pengembang susah menjual. Belum lagi terbatasnya lahan untuk membangun rumah subsidi tersebut.

Yulianto menambahkan, penjualan rumah di atas tipe 70, yang bersegmen khusus masih mendominasi. Bahkan aturan LTV dengan uang muka minimal 30 persen tak berpengaruh.

Berdasar catatan BI Solo, KPR untuk rumah tipe di atas 70 hingga akhir 2012 mencapai Rp 1,121 triliun, tumbuh hingga 38,1 persen (yoy). Jumlah itu tidak beda jauh dengan KPR tipe 22 hingga 70, KPR yang mencapai Rp 1,11 triliun dengan pertumbuhan 15,7 persen (yoy). – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *