JGSC Solo Soft Launching

DSC_0072JO, Solo – Minimnya industri penyedia sumber daya manusia (SDM) menjadi alasan utama James Gwee Succes Center (JGSC) membuka cabang pertamanya di Solo. Perusahaan yang fokus memberikan layanan pelatihan hingga assestment SDM berada di jalan Dr. Rajiman 557E Laweyan, Solo. Minggu pertama bulan ini.

Perusahaan yang didirikan oleh James Gwee yang lebih dikenal sebagai motivator bisnis, adalah sebuah perusahaan yang bergerak didalam bidang Training yang bertujuan untuk mendukung setiap organisasi bisnis dalam meningkatkan standar profesionalisme seluruh karyawan yang ada di dalamnya mulai level staff, supervisor maupun manager.

Managing Director JGSC, Bambang Warsono menyatakan, tingginya pertumbuhan ekonomi dan industri di Solo yang pesat, dan antusiasme disetiap acara James Gwee digelar disini.

“Dia berharap kehadiran kantor cabang ini akan memberikan kontribusi besar untuk memajukan sumber daya manusia, terutama para profesional yang ada di Solo,” katanya, usai soft launching.

“Produk kami dari in house training, bisa berbentuk on the job training atau training kamidi kelas yang bisa kami sediakan ruangnya,” tambah Bambang.

Sedangkan materi-materi training dirancang sendiri oleh James Gwee yang dikenal dengan pendekatan down to earth dan telah dipakai oleh ribuan perusahaan di Indonesia.

Selain itu, masih ada produk lain yakni public training. Kegiatan semacam ini biasanya diselenggarakan dalam bentuk seminar, atau talk show. Ada pula assesment dengan metode talent mapping. Kegiatan ini dilakukan selain untuk perekrutan tenaga kerja, juga bisa menjadi metode untuk menentukan promosi atau rotasi pegawai.

“Ada pula event organizer dan program outbound yang bisa kami tangani. Namun untuk sementara keduanya belum ada di Solo,” terangnya.

James Gwee yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa materi pada lembaga pendidikannya sangat mudah dipahami, membumi sehingga mudah di aplikasikan. Dibekali dengan trainer yang telah diseleksi ketat, materi yang disampaikan pada pelatihan tidak sekadar teori, melainkan juga dari segi teknis.

“Proses training dikemas dalam bentuk edutainment, menyenangkan dan tidak membosankan,” kata James. Itu merupakan standar yang harus dipegang oleh para trainer dan team dalam sebuah training.

Ditambahkan James Gwee, penggunaan multi media yang optimal, role play dan selingan aktifitas game yang relevan serta sentuhan musik yang dapat membangkitkan suasana juga menjadi standar pendukung trainer dan team dalam Practical, Applicable and Fun. ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.