Bank Jateng Lakukan Transformasi Teknologi, Dukung Layanan Modern

Arso Budidono, Direktur Bank Jateng
Arso Budidono, Direktur Bank Jateng

JO, SemarangPerluasan usaha Bank Jateng dimungkinkan mulai tahun 2013 akan semakin agresif. Hal ini dikarenakan Pemerintah Daerah se-Jawa Tengah selaku pemegang saham pada RUPS-LB tanggal 15 Januari lalu merespon baik dan menyetujui penambahan modal dasar bank plat merah tersebut menjadi Rp. 3 Trilliun.

Demikian ungkap Direktur Kepatuhan Bank Jateng, Arso Budidono kepada wartawan di kantornya, Gedung Grinatha Semarang, belum lama ini. Menurutnya, CAR Bank Jateng masih di atas ketentuan Bank Indonesia yaitu sebesar 8-14 persen. Faktanya, berdasarkan indikator keuangan Bank Jateng, seperti return on equity (ROE) perusahaan yang mencapai 31,42 persen maka setoran dividen Bank Jateng selalu meningkat setiap tahun.

Ini berarti betapa tingginya imbal bagi hasil yang diterima Pemda se-Jateng sebagai sumber pendapatan asli daerah. Dengan kinerja memuaskan dan hasil setoran deviden yang menggiurkan, Pemda se-Jateng siap untuk memenuhi setoran modal tersebut paling lambat 2017.

Secara rinci Direktur Kepatuhan Bank Jateng, Arso Budidono, memaparkan, latar belakang dirubahnya Anggaran Dasar PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) mengenai modal dasar adalah dalam rangka mewujudkan rencana besar, untuk merealisasikan target usaha yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.

“Bank Jateng telah menyusun sejumlah rencana besar di tahun ini. Tentu saja semua itu butuh investasi dan juga kecukupan modal yang tidak sedikit,” ujarnya.Dan untuk melakukan penambahan jaringan kantor baru, Bank Jateng, menurutnya, akan melakukan transformasi teknologi untuk mendukung pengembangan produk dan layanan serba modern. “Tentu saja semua itu butuh investasi dan juga kecukupan modal yang tidak sedikit,” jelas Arso Budidono. -bud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *