Alfamart & Unicef, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria

Kunjungan tim Alfamart, UNICEF dan Suku Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya ke Kampung Ratenggaro, Kecamatan Kodi Bangedo –– salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur dengan tingkat Malaria yang tinggi.
Kunjungan tim Alfamart, UNICEF dan Suku Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya ke Kampung Ratenggaro, Kecamatan Kodi Bangedo –– salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur dengan tingkat Malaria yang tinggi.

JO – Setiap tahun, sekitar 300.000 orang terdiagnosa terjangkit Malaria. Dan 70% kasus Malaria terjadi di ­kawasan timur Indonesia. Ke­luarga miskin, masyarakat da­erah terpencil, anak-anak dan wanita hamil adalah kelompok yang paling rentan terserang malaria.

Hal ini yang mendasari Alfamart dan UNICEF menjalin kemitraan untuk pencegahan malaria. “Para kasir di semua toko Alfamart di seluruh Indonesia selama periode 1 Mei hingga 31 Juli 2013 akan mengajak para pelanggan menyumbangkan uang kembalian atau memberikan donasi sesuai keinginan pe­langgan,” ungkap Hans Prawira, Managing Director Alfamart.

Menurutnya, seluruh dana yang terkumpul dalam periode tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan UNICEF mencegah malaria di Indonesia. Alfamart berharap dengan program ini kesadaran masyarakat terhadap pencegahan malaria akan meningkat, terutama di kalangan anak-anak.

Hans mengatakan, alasan Alfamart memilih UNICEF dalam program ini karena kami melihat lembaga Internasional ini sangat concern dan konsisten dalam pencegahan malaria di wilayah-wilayah terpencil di ­Indonesia.

Cegah Malaria
Menurut Angela Kearney, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, malaria dapat dicegah dan disembuhkan. Kenapa malaria menjadi salah satu ­penyebab terbesar kematian karena minimnya upaya pencegahan dan perawatan terhadap di wilayah-wilayah rawan malaria.

“Oleh karenanya, kita harus mampu meningkatkan upaya pencegahan serta memotivasi mereka yang ada di daerah terpencil untuk lebih peduli akan penyakit ini. Pengadaan obat-obatan juga sangat diperlukan di sini termasuk memberdayakan masyarakat untuk meminimalkan risiko penyakit malaria me­lalui aksi masyarakat,” katanya. – san

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *