Berbagi dan Peduli Dalam Kearifan Budaya

Titik SugiyartiJO, Solo – Sebuah acara amal yang sarat dengan balutan budaya di gelar oleh sekelompok atau komunitas yang peduli terhadap, sejumlah anak bangsa yang kurang beruntung, namun memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang dan maju.

Tak banyak memang yang peduli terhadap keberadaan pemulung, sebuah profesi yang dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat, meskipun tak semua berharap untuk melakukan aktivitas demikian.

Sebut saja Titik, yang tercatat sebagai Mahasiswi S1 Akuntansi STIE Surakarta, salah satu penggiat dan peduli terhadap keberadaan anak-anak yang kurang beruntung tersebut, berencana menggelar Acara Berbagi Kasih dengan tema Guyub Rukun Lan Sukarena, di Ruko Terminal Kartasura. Rabu (29/5/2013)

“Ini merupakan kegiatan amal namun tetap ada nuansa seni dan budayanya, dengan menampilkan wayang, selain pengobatan gratis dan pembagian sembako,” jelas Titik, sebelum acara.

Diharapkan, segenap lapisan masyarakat terbuka mata hatinya, untuk juga menghargai dan peduli terhadap keberadaan mereka. Bahwa mereka ada dan memiliki kesempatan yang sama, meskipun hidupnya serba terbatas. Sementara perfom anak-anak sanggar ceria
yakni anak-anak terminal yg kurang mampu, diantaranya anak pemulung, merupakan penampilan berbeda.

Ditambahkan Titik Sugiyarti, nama lengkap gadis manis ini, bahwa pihaknya memiliki sanggar yang diperuntukan bagi anak-anak pemulung dan yang kurang beruntung, menempati salah satu ruko di Terminal Kartasura, kegiatannya sendiri dilakukan tiap hari Selasa dan Sabtu.

Selain acara pengobatan gratis, pembagian sembako bakal dimeriahkan pementasan Wayang Teplok oleh Ki Dunung Raharjo, yang merupakan pertama kali ada pertunjukan kesenian tersebut. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *