Rupiah Melemah, Transaksi Valas Lesu

andi-ianJO, Solo – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika belakangan ini tak pelak membuat transaksi valuta asing (valas) menjadi gundah. Sejumlah nasabah perbankan di Kota Solo pun menanggapinya dengan beragam reaksi, mulai dari rencana pengalihan simpanan ke rupiah hingga menahan transaksi.

Tren pelemahan rupiah terhadap dollar ini, diakui Kepala Operasional Cabang BCA Gladag Solo Krismiyanto Medeo, telah mengakibatkan penurunan transaksi valas hingga 20 persen dari kondisi normal. Meski begitu, tingkat penurunan ini dirasa belum begitu signifikan dan pihak bank akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah.

Tak bisa dipungkiri, kian melemahnya nilai tukar rupiah memang cukup berpengaruh terhadap nasabah pelaku usaha yang transaksinya menggunakan dollar. Meski begitu, aktivitas transaksi yang dilakukan masih terbilang normal. Mengingat pelaku usaha harus tetap menjalankan kegiatan bisnis sebagaimana mestinya.

Terpisah, Pimpinan Cabang BRI Slamet Riyadi Solo, In Amus Syukuri, menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika belum begitu memengaruhi transaksi valas. Rata-rata nasabah saat ini cenderung berusaha mendapatkan informasi aktual tentang pergerakan valas.

“Rata-rata memang hanya sekedar menanyakan berapa valas hari ini,” ujarnya, saat ditemui wartawan di kantor bank setempat, Rabu (21/8).

Adapun untuk transaksi valas sendiri, BRI memberlakukan ketentuan bahwa pembelian dari rupiah ke valas maksimal US$ 100 ribu perbulan. Sedangkan untuk pembayaran letter of credit (LC), invoice ataupun transfer ke luar negeri bisa dilakukan di atas US$ 100 ribu perbulan.

Total nasabah valas BRI Slamet Riyadi sendiri memang tidak terlalu besar, masih di bawah sepuluh persen. Sementara hingga siang tadi, harga jual US$ 1 tercatat sebesar Rp 11.240, sedangkan untuk beli berada di angka Rp 10.800. – tml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *