Samrodin: Temuan di TPA Mojorejo Janggal

Meski RSIS Yarsis Mungkin Akui Teledor

Temuan sampah RSIS di TPA Mojosari
Temuan sampah RSIS di TPA Mojosari

JO, Sukoharjo – Terkait temuan Komisi IV DPRD Sukoharjo, saat inspeksi mendadak (sidak), Selasa (3/9/2013). Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo Samrodin mengaku prihatin dengan tindakan rumah sakit yang masih membuang sampah medisnya ke TPA.

Dia mengimbau agar tiap rumah sakit yang beroperasi di Sukoharjo memiliki instalasi pemusnahan sampah medis sendiri. Atau menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah secara profesional. Dirinya juga meminta Pemkab pun harus melakukan kontrol ketat atas aturan pembuangan sampah medis.

“Yang terpenting rumah sakit juga turut mengawasi pengelolaan limbahnya. Meskipun telah menggandeng pihak ketiga,” ujar Samrodin, ketika dihubungi melalui selulernya. Kamis (5/9/2013).

Meskipun, mungkin RSIS Yarsis mengaku teledor dalam mengawasi pihak ketiga, dalam hal ini bekerja sama dengan CV Indo Pack untuk mengelola sampah rumah sakit tersebut. Sehingga, masih terdapat sampah medis dibuang di TPA (tempat pembuangan akhir) Mojorejo, Bendosari.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Utama RSIS Yarsis Sri Pratomo menyatakan telah berupaya maksimal mengawasi sampah medisnya. Walaupun masih ditemukan  di TPA. “ Hal ini  akan jadi bahan evaluasi kami,” terangnya.

Sebelumnya, ketika sidak ke TPA Mojorejo, komisi IV menemukan sampah medis seperti alat suntik bekas, handuk dan kantong infus lengkap dengan selangnya. Ada pula obat-obatan terbungkus dalam kantong plastik yang mungkin berlabel RSIS Yarsis.  Temuan inilah yang membuat komisi IV melakukan sidak kerumah sakit yang bersangkutan.

Terkait temuan anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo, M.Samrodin  merasakan ada kejanggalan terhadap temuannya di TPA Mojorejo tersebut, karena menurutnya, sangat tidak mungkin hal itu terjadi. Karena beranggapan apa yang sudah dilakukan oleh pihak RSIS Yarsis dalam pengelolaan limbah dan sampah sudah sesuai dengan proses dan prosedur terhadap penanganan limbah.

“Pengelolaan limbah yang dilakukan RS tersebut, telah memenuhi kaidah penanganan, karena pemilahan yang dilakukan sesuai dengan limbah dan kualitas sampah tersebut,” jela Samrodin.

Ditambahkannya, bahwa untuk sampah medis dan non medis serta umum, telah dipilah-pilah. Mulai dari tingkat bahayanya limbah tersebut. Diantaranya dengan membedakan warna kemasan plastik yang digunakan sebagai wadah.

“Sehingga sangat kecil kemungkinannya mendapatkan kemasan tersebut ditemukan di TPA ,” jelasnya

Ditambahkan Samrodin, lepas apakah ada rekayasa ataupun unsur kesengajaan dari pihak tertentu, pihaknya tidak mau masuk ke ranah tersebut, pihaknya hanya menyampaikan temuan dilapangan dan melakukan peninjauan langsung pengelolaan limbah ke RSIS Yarsis. Mancari tentang kebenaran dan klarifikasi terhadap kejadian tersebut.

“Ini menjadi ranahnya RSIS Yarsis dan pihak ketiga selaku pengelola,” pungkasnya. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.