Gandeng Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo

JO, Semarang – Perguruan Tinggi diminta dapat bekerja sama denga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyelesaikan persoalan yang ada di provinsi ini. Sehingga, dapat membantu percepatan pembangunan di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH, menjelaskan, selain perguruan tinggi negeri (PTN), di provinsi ini terdapat perguruan tinggi swasta (PTS) yang jumlahnya terhitung banyak. Yakni, 247 PTS, dengan berbagai disiplin ilmu. Dalam hal ini, pemerintah provinsi akan memperkuat kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi, untuk mempercepat penyelesaian permasalahan di Jawa Tengah.

Selain itu, Ganjar juga berharap agar riset-riset yang dilakukan perguruan tinggi, tidak hanya disimpan di perpustakaan, tapi dapat dipublikasikan. Sehingga, tidak hanya menjadi simpanan hasil penelitian, melainkan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Khususnya, untuk penelitian yang bersifat aplikatif.

“Saya mohon kiranya banyak hasil riset-riset mereka tidak disimpan di perpustakaan. Tapi bisa di-upload di dalam website, kita buat linkage semua, dan itu bisa diakses. Kalaulah kemudian ada yang memang mahal, nggak papa. Mungkin kita bisa berlangganan mbayar, dan sebagainya. Tapi, tidak masuk gudang. Itu adalah bagian-bagian yang bisa menyelesaikan persoalan di Jawa Tengah,” ungkap dia, saat Rapat Koordinasi Pimpinan Yayasan dan Pimpinan PTS Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah 2013, yang berlangsung di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, belum lama ini.

Ditambahkan, lingkungan pendidikan tinggi harus bisa membuktikan diri, dengan menunjukan inovasi yang sudah diciptakan setiap tahun. Tidak hanya mengembangan inovasi teknologi, tetapi juga inovasi di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Bagaimana pun, masih banyak hal yang perlu diberdayakan di Jawa Tengah. Gubernur bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, siap membuka pintu untuk memberi ruang yang seluas-luasnya bagi kalangan perguruan tinggi dalam berkontribusi di berbagai bidang pembangunan.

Mahasiswa pun mesti mempunyai mimpi agar bisa mengejar tujuan, memiliki mental juara, tidak boleh minder dalam bersaing. Baik karakter, penguasaan ilmu dan teknologi, serta skill nya harus terbentuk dengan baik dan siap untuk menjadi nomor satu, tidak boleh puas hanya menjadi follower. Dalam hal ini, pihak kampus dituntut untuk bisa mendorong terwujudnya mimpi para mahasiswanya, sehingga para mahasiswa tidak bingung menghadapi masa depan.

Oleh sebab itu, kampus harus terus mendorong kreativitas dan inovasi, sehingga diharapkan dapat mengentaskan bangsa Indonesia dari berbagai persoalan. Inovasi tersebut salah satunya juga untuk mengentaskan bangsa dari cengkeraman kekuatan asing yang sudah membelit di berbagai bidang. Misalnya, membuat biofuel supaya Indonesia tidak lagi tergantung impor minyak dari Arab, dan sebagainya.

“Kekuatan dan potensi Perguruan Tinggi akan disinergikan dengan program pembangunan yang telah disusun. Misalnya melalui tema program KKN untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi  masyarakat di Jawa Tengah. Seperti KKN tematik pemberantasan buta aksara, yang melibatkan para mahasiswa dari PTN dan PTS se-Jawa Tengah, sehingga bisa mengurangi tingkat buta aksara di Jawa Tengah. Dengan kebersamaan itu, diharapkan Jawa Tengah bisa menjadi sentral atau tengahnya Indonesia, bahkan tengahnya dunia,” tandas Ganjar. – heng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *