Merenda Hijrah Menuju Pulang

 

Talkshow Bersama Peggy Melati Sukma
joJO, Solo  –  Merenda Hijrah Menuju Pulang, talk show with Peggy Melati Sukma, adalah tema seminar yang disampaikan  Motivator Peggy Melati Sukma kepada sejumlah audiens dan komunitas hijjabers Solo Raya, di ausitorium  Hotel Horison Gambir Anom Bandara Adi Sumarmo Boyolali.  Jum’at (11/10/2013).

“Kalau ditanyakan bagaimana saya kelola kehidupan, sebenarnya unik karena dunia saya penuh warna dan kontradiksi. Tetapi kalau ditanya dari segi mengatur kehidupan dan bagaimana mengelola pikiran, berbagai hal yang saya alami, kuncinya cuma satu yang pilih awal dan paling dahulu, tidak hanya untuk bekerja tetapi juga denyut kehidupan, kuncinya yakni sabar dan tidak ada yg lain. Seperti yang ada dalam sabda Rasulullah SAW, tidak ada kebaikan yang luas selain sabar,” ujar Peggy kemarin.

Dalam menjalani kehidupan duniawi, manusia khususnya perempuan kerapkali dihadapkan pada suatu permasalahan yang penuh dengan kontradiksi. Entah itu yang berasal dari peranannya sebagai seorang istri, ibu, maupun wanita karier. Meski demikian, sebenarnya untuk menghadapi itu semua hanya dibutuhkan kesabaran sebagai kuncinya.

Artis yang identik dengan kata – kata ‘pusing’ ini mengakui, kesibukan kegiatan dan peranan karier yang dilakoni dalam kehidupan sehari – harinya, mau tidak mau membutuhkan kesabaran yang besar di dalamnya. Apalagi mengingat setiap peranan yang disandangnya memiliki tujuan dan tugas yang berbeda hingga bertolak belakang antara peranan satu dengan lainnya. Mulai dari sebagai seorang artis, seniman, master of ceremonies (MC), penyanyi yang pernah menelurkan album, aktivis sosial, pengusaha, hingga duta negara. “Saya artis dan dari latarbelakang industri yang identik dengan komersil dan dunia kapitalisme, tumbuh dalam dunia modern dan erat dengan komersialisasi. Saya juga seniman, selain artis, juga MC dan penyanyi karena punya album. Seperti yang kita ketahui seniman dan budayawan ini biasanya memiliki idealisme yang luar biasa dan kontradiktif, bertolakbelakang (dengan peranan lainnya). Sekaligus aktivis sosial yang merupakan penjaga bangsa dan kritikus penjaga negara, di satu sisi saya juga duta negara dan pemerintah, belum lagi juga pengusaha,” jelasnya.

Wanita kelahiran Cirebon ini mengatakan, dengan dibeberkannya kisah perjalanan hidupnya tersebut bukan berarti dirinya menjadi sombong dan memiliki kemampuan yang lebih. Namun dari kisahnya justru bisa diambil hikmah dan pelajaran, kira – kira yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada situasi tersebut. Harapannya, para peserta yang terdiri dari anggota Hijabers Mom Community (HMC), dan mayoritas terdiri dari para ibu rumah tangga dan wanita karier ini, bisa melakukan langkah terbaik dulu sebelum melakukan sesuatu yang pernah dilakukan oleh Peggy. “Dari perjalanan hidup yang semua kita lewati ini dibagi kepada ‘mommy’ (ibu) di Solo Raya, bukan berarti saya mampu dan lebih. Tapi (dari sini bisa) belajar dari apa kesalahan dan kekurangan dari saya dan bisa lakukan langkah dulu jauh sebelum apa yang saya lakukan,” kata dia.

Di samping menanamkan kesabaran pada diri masing – masing, Peggy yang beberapa waktu lalu baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul ‘My Life, My Hijab’ ini juga kerap mengingatkan kepada para peserta untuk selalu beribadah dan melafalkan Shalawat Nabi Muhammad SAW, serta meyakini bahwa Allah SWT beserta Rasulullah SAW senantiasa mendampingi umat muslim, dalam kondisi apapun. Tidak hanya itu, kisah – kisah nabi dan umatnya dalam menjalani kehidupan dengan kesabaran juga diceritakannya pula.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua HMC Solo Raya Tuti Adib mengemukakan bahwa agama dan pengetahuan dunia maupun akhirat selalu diberikan dalam kegiatan yang digelar oleh pihaknya termasuk dalam talk show tersebut. Yang tentu saja bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya para peserta. Mulai dari kehidupan rumah tangga yang syariah, ekonomi dan perbankan syariah, hingga trend fashion yang mengambil tentang hijab tutorial. “Pengajian ini merupakan kegiatan yang rutin kita gelar tiap bulan. Kali ini kami ingin mengupas tentang ‘precise woman’ atau wanita berharga karena melihat peranannya sebagai seorang ibu, istri dan anggota masyarakat dengan berbagai problem di dalamnya. Kami undang mbak Peggy karena sebelumnya kami kerap berkomunikasi bahas ini, apalagi dia merupakan sesosok seniman, pekerja sosial, hingga motivator, yang tepat untuk dijadikan narasumbaer dan sharing berbagi ilmu kepada yang lainnya,” imbuh Tuti.

Sedikitnya talk show ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari Solo Raya. Sampai dengan saat ini HMC Solo Raya yang baru saja berusia setahun itu sudah memiliki anggota sejumlah 200 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *