Rapat Umum Pemegang Saham KSEI

Kiri-kanan: Margeret M. Tang (Direktur), Sulistyo Budi (Direktur), Heri Sunaryadi (Direktur Utama), Erry Firmansyah (Komisaris Utama), Rudy Tandjung (Komisaris), Wiwit Gusnawan (Komisaris)
Kiri-kanan: Margeret M. Tang (Direktur), Sulistyo Budi (Direktur), Heri Sunaryadi (Direktur Utama), Erry Firmansyah (Komisaris Utama), Rudy Tandjung (Komisaris), Wiwit Gusnawan (Komisaris)

JO –  PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bertempat di Grand Ballroom – Ground Floor, The Dharmawangsa Jl. Brawijaya Raya No. 26, Kebayoran Baru – Jakarta.

Dipimpin oleh Erry Firmansyah selaku Komisaris Utama KSEI, RUPSLB KSEI dimulai pada pukul 10.20 WIB dan dihadiri oleh 31 (tiga puluh satu) pemegang saham atau 75,5% (tujuh puluh lima koma lima persen) dari total pemegang saham perseroan.

Turut mendampingi Komisaris Utama dalam memimpin RUPSLB tersebut adalah Rudy Tandjung dan Wiwit Gusnawan selaku Komisaris KSEI, Heri Sunaryadi selaku Direktur Utama KSEI serta Sulistyo Budi dan Margeret M. Tang selaku Direktur Perseroan. Agenda pokok yang dibahas para Pemegang Saham dalam RUPSLB ini adalah Rencana Kerja dan Anggaran Tahun (RKAT) Perseroan Tahun Buku 2014.

Rencana kerja perusahaan tahun 2014 dijabarkan dari key performance indicator perusahaan yang meliputi pengembangan dan pengkajian peningkatan kualitas layanan jasa, partisipasi dan kontribusi pengembangan pasar modal serta pengembangan sistem utama KSEI.

Terkait rencana pengembangan sistem yang diberi nama C-BEST Next Generation atau C-BEST Next-G ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 17,66 miliar dan ditargetkan selesai pada tahun 2015. Sistem C-BEST Next-G perlu dikembangkan untuk menjawab tantangan atas kemajuan teknologi yang pesat dan meningkatnya jumlah transaksi di pasar modal Indonesia. Saat ini KSEI menggunakan sistem utama yang telah berusia lebih dari 10 tahun.

“Pengembangan C-BEST Next-G sejalan dengan pengembangan sistem perdagangan yang telah terlebih dahulu dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia yaitu JATS Next-G. Peningkatan kapasitas transaksi yang dapat ditangani oleh sistem JATS Next-G perlu kami imbangi juga dengan sistem penyelesaian transaksi dengan kapasitas lebih besar dan unjuk kerja yang lebih baik. Dengan sistem C-BEST Next-G kemampuan pemrosesan penyelesaian transaksi akan ditingkatkan, dari 3.000 penyelesaian transaksi per menit saat ini menjadi nantinya dapat mencapai 20.000 penyelesaian transaksi per menit,” demikian dipaparkan oleh Heri Sunaryadi, Direktur Utama KSEI.

Dalam rencana kerja 2014, KSEI juga mencanangkan beberapa program untuk meningkatkan layanan jasa pasar modal serta meningkatkan efisiensi bagi pelaku pasar. Penggunaan rekening di sistem Bank Indonesia RTGS (BI-RGTS) untuk mendukung penyelesaian transaksi akan mulai diterapkan pada semester pertama 2014, dimulai dari Bank Kustodian.

Sulistyo Budi Direktur KSEI, menyampaikan “Penggunaan rekening KSEI di BI-RTGS merupakan bagian dari rekomendasi IOSCO (International Organization of Securities Commissions) yang juga sudah menjadi arahan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penerapan secara bertahap bagi Bank Kustodian ini kita jadikan semacam persiapan sebelum nantinya pada tahun 2015 diterapkan menyeluruh untuk semua Pemegang Rekening KSEI “.

Terkait fasilitas yang disediakan bagi investor yaitu Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas), KSEI telah menjajaki kerjasama dengan beberapa bank yang menjadi administrator Rekening Dana Nasabah untuk melakukan co-branding Fasilitas AKSes dengan kartu ATM bank. Kerja sama ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan Fasilitas AKSes oleh investor guna memonitor portofolio investasinya, melengkapi fasilitas yang telah tersedia melalui aplikasi website dan aplikasi AKSes Mobile.

Sebagai pihak yang secara terpusat menyimpan database investor pasar modal serta mengeluarkan nomor Identitas Tunggal Pemodal atau Single Investor Identification (SID), KSEI juga akan melakukan perluasan cakupan pengembangan SID bagi investor Reksa Dana. Investor pemegang saham fisik juga ditargetkan untuk dapat memperoleh SID dan dikonsolidasikan dengan database investor di KSEI. Berdasarkan data yang ada di KSEI saat ini, tercatat sekitar 300.000 investor pemilik Efek scripless yang telah memiliki SID. Dengan integrasi data investor pemilik unit peyertaan Reksa Dana dan pemegang Efek non-scripless diharapkan secara terkonsolidasi dapat diketahui secara menyeluruh data investor yang ada di pasar modal Indonesia

Heri Sunaryadi juga menginformasikan bahwa KSEI telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 mengenai manajemen keamanan sistem informasi, melengkapi ISO 9001 yang sudah diperoleh sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen KSEI untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai Kustodian Sentral dengan prosedur layanan yang dijalankan sesuai standar yang diakui secara internasional.

RUPSLB ditutup pada pukul 11.20 WIB dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan siang bersama. – tyo

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.