SBC Pimpin Asosiasi Karnaval Indonesia Jawa Tengah

Ketua Formatur Asosiasi Karnaval Indonesia Jawa Tengah Susanto, berfoto bersama Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Akhyaruddin, Ketua Asita Solo Daryono, Disparta Solo Budi Sartono, Presiden JFC Dynand Fariz
Ketua Formatur Asosiasi Karnaval Indonesia Jawa Tengah Susanto, berfoto bersama Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Akhyaruddin, Ketua Asita Solo Daryono, Disparta Solo Budi Sartono, Presiden JFC Dynand Fariz

JO, Solo –  Pimpinan Daerah Formatur Asosiasi Karnaval Indonesia Jawa Tengah terbentuk, setelah melalui pemilihan secara musyawarah, dan dilakukan pada sesi penutupan pelaksanaan Coaching Clinic Fasilitasi Pengembangan Wisata Special Event,  yang digelar oleh Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event (MKKIE), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifKementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Hotel Ibis Solo, Sabtu-Minggu (9-10/11/2013).

Terpilihnya Susanto, sebagai Ketua Formatur, yang juga sebagai pembina Solo Batik Carnival (SBC) tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kualitas karnaval di Jawa Tengah, dengan keterlibatannya selama  hampir 7 tahun menyelenggarakan karnaval dengan materi utamanya batik tersebut di Solo.

Termasuk paparan yang disampaikan paska terpilih, tentang kemunculan dan gagasan pembentukan SBC, yang berdasar pada upaya pelestarian warisan budaya batik melalui kreasi dalam rancangan kostum karnaval. Sejalan dengan progres building apartemen Solo Center Point.

“Semoga apa yang telah dirintis di Solo ini, menjadi semangat membesarkan Asosiasi di Jawa Tengah menuju wonderful Indonesia,” ungkap Susanto.

Sedangkan Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Akhyaruddin, menjelaskan dengan asosiasi itu,  bisa menjadi mitra pemerintah untuk mengembangkan event, khususnya karnaval sebagai magnet tujuan wisata

“Dengan adanya asosiasi, maka organisasi karnaval daerah bisa terstruktur, sehingga kegiatan tidak stagnan.,” tegasnya

Akhyar juga menginginkan, agar organisasi karnaval itu tidak lagi selau mengandalkan pemerintah, namun harus mandiri dan kreatif, pemerintah hanya mendukung dan membina saja.”Jangan ketergantungan pemerintah, berkreasi sendiri, untuk itu perlu komitmen yang kuat untuk maju,” harapnya.

Acara itu dihadiri Presiden Direktur Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynan Fariz, serta beberapa perwakilan Disbudpar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, DPD Asita Jawa Tengah, PHRI Jawa Tengah serta komunitas seni dan para pengurus dan anggota karnaval di Jawa Tengah. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.