Polisi Periksa Pelaku Perubahan Akta Yarsis

Pendiri Yarsis, Muahammad Djufrie dan Amien Romas
Pendiri Yarsis, Muahammad Djufrie dan Amien Romas

JO, Sukoharjo – Sejalan dengan perihal penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait, kasus dugaan ‘pemberedelan’ ajaran islam dalam akta notaris dan memasukkan nama orang yang sudah meninggal dunia ke dalam ke pengurusan Yayasan Rumah Sakit Islam Solo (Yarsis) tersebut, Muhammad Djufrie As. salah satu pendiri yayasan, menyatakan meskipun dirinya sebagai salah satu pendiri dari yayasan, tidak lagi mengetahui secara pasti apa yang telah dilakukan pengurus selama ini.

“Pembelokan maksud dan tujuan yang telah dilakukan oleh pengurus, telah saya laporkan kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polresta Surakarta pada tanggal 23 Mei 2013 lalu, karena Notarisnya di Solo,” jelas  Djufrie.

Pihaknya juga menolak kalau dirinya tidak lagi cawe-cawe, karena hal itu telah diingatkannya beberapa kali, baik lisan maupun tertulis, namun yang membuatnya kian geram paska terbitnya akta notaris terakhir yang kalimat Rumah Sakit Islam, sesuai dengan ajaran Islam, berjiwa Islam yang sebenar-benarnya sudah tidak disebutkan lagi dalam akta perubahan Anggaran Dasar Yarsis.

“Secara hukum telah kita lakukan termasuk melaporkannya ke polisi, dan saat ini proses penyidikan pun tengah berlangsung, dan jangan sampai manah yang diberikan oleh umat Islam, hanya dikalahkan oleh kepentingan tertentu,” pungkasnya. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.