Polres Sukoharjo Periksa Oknum Yarsis

Anggota  Polresta  saat amankan Yarsis beberapa waktu lalu
Anggota Polresta saat amankan Yarsis beberapa waktu lalu

JO, Sukoharjo –  Meskipun pengamanan polisi di rumah sakit Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) telah ditarik, setelah melakukan pengamanan aset umat islam tersebut selama tiga hari berturut turut mulai Sabtu-Senin (9-11/11/2013), setelah pendiri meminta pengamanan terkait adanya isu pendudukan paksa yang akan dilakukan oleh orang-orang dari kelompok tertentu.

Pendiri Yarsis Muhammad  Djufrie mengatakan, tindakan pengamanan dengan meminta bantuan tenaga kepolisian, dirinya menilai untuk mengantisipasi keadan yang tidak diinginkan dari kelompok yang selama ini berseberangan dengannya, dan ingin menduduki rumah sakit secara paksa.

Kasus di Yarsis kian panas, setelah pendiri melimpahkan dan membawanya ke ranah hukum,  terbukti  Muhammad Djufrie telah melaporkan terkait materi akta yayasan ke Polresta Solo. Dan  Amien Romas juga melaporkan terkait perintah pembuatan keterangan palsu ke Polres Sukoharjo

“Yang di laporkan di Polresta Solo itu karena lokasi notarisnya berada di Solo. Sedangkan pelaporan ke Polres Sukoharjo mengingat lokasi notaris berada di Sukoharjo,” jelas Djufrie.

Akta yang diterbitkan notaris Tri Lestari, menurut Djufrie banyak kejanggalan,  diantaranya terdapat nama pengurus yang sudah meninggal dunia, namun dimasukkan dan tercantum dalam kepengurusan sebagai anggota yakni  Nur Aini Sulaiman.

“Dan yang lebih fatal lagi, kita temukan tidak adanya nama islam di belakang nama rumah sakit, selaku pendiri Yarsis kami wajib mengamankan kepentingan yayasan. ” tegas Djufrie.

Terkait laporan pendiri Yarsis, Kamis (14/11/2013).  Polres Sukoharjo, rencana memeriksa oknum yang terlapor di antaranya Prof. Dr. Ibrahim, Syarifudin, Salimin Mulyo dan Muhdi Ismail. –  tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *