OJK Gantikan Fungsi BI

Fokus penyehatan perbankan bermasalah

 Serah Terma BI ke OJK Solo , Selasa(31/12/2013)

Serah Terma BI ke OJK Solo , Selasa(31/12/2013)

JO, Solo Pengawasan Perbankan yang selama ini dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), secara resmi diserahterimakan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Kamis (31/12/2013). Selain di BI Solo, serah terima dilakukan serentak nasional. Kedepan, OJK mampu menumbuhkan sektor perbankan dan jasa keuangan lebih baik dan sehat.

Ismet Isnono selaku Kepala Bank Indonesia Perwakilan Solo, penyerahan kewenangan pengawasan mikroprudensial ke OJK, otomatis pengawasan bank dan jasa keuangan ditangani oleh OJK termasuk hal perijinan dan pengaturannya.

Semisal, perijinan bank untuk mendirikan kantor cabang atau pembukaan kantor bank, perpindahan alamat kantor,“Dalam operasinya OJK juga melakukan pengawasan perbankan atau sektor jasa yang sedang sakit,” papar Ismet Inono, usai acara serah terima di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Solo. Selasa (31/12/2013).

Ditambahkan Ismet, pengalihan kewenangan BI ke OJK untuk dapat memberikan kesempatan kepada perbankan atau sektor jasa keuangan lain yang bermasalah, agar proses memperbaiki diri menjadi bank yang sehat. Termasuk pelimpahan pemulihan kinerja beberapa bank yang kini tengah ditangani.

Pengawasan terhadap Bank Prekreditan Rakyat (BPR) yang terletak di Kartasura, Sukoharjo.dilakukan hingga bulan April 2014, sehingga tugasnya dilanjutkan OJK,  mengingat tenggang waktu yang kami berikan 180 hari, adapun BPR itu berdiri pada 23 September 2013, ,”ungkap Ismet.

Sementara, Irmawan, Pejabat Pelaksana Harian Kantor Cabang OJK Solo, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan konsolidasi, pemetaan, dan mengawasi situasi kantor perbankan maupun sektor jasa keuangan yang ada di wilayah Surakarta.

Langkah awal, kami segera melakukan pemetaan. Untuk mengetahui permasalahan apa yang dialami di sektor industri keuangan itu secara individual. Sebelum mendorong dan memajukan kinerja bisnis perbankan tersebut,”ungkapnya.

OJK Solo kedepan  memprioritaskan penyehatan-penyehatan BPR lebih dulu agar tumbuh, juga akan memberikan intensif modal agar pergerakan dan kelangsungan kinerja bisnis BPR lebih agresif lagi.Diakuinya pekerjaan yang harus diselesaikannya menumpuk. – ami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.