Dandim Solo : Semangat dan Pantang Menyerah !

DSC_0022JO, Solo – Selain disiplin dalam Taekwondo juga diajarkan untuk bersikap saling menghormati. Sebagaimana janji Taekwondo  yang berbunyi “Menghormati Pengurus, Pelatih dan sesama Taekwondoin dalam mengembangkn Taekwondo Indonesia”.

Seperti juga disaat latihan bersama yang diselenggarakan di atrium Solo Paragon Mall, Minggu (26/1/2014), yang dihadiri Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf. Sumirating Baskoro didampingi Tanu Kismanto, Taekwondoin Jawa Tengah.

“Pada dasarnya Taekwondo bertujuan untuk mencapai budi pekerti, kejujuran, ketabahan, penguasaan diri, semangat pantang menyerah,” kata Dandim Surakarta.

Setidaknya latihan bersama diikuti oleh ratusan peserta mulai dari sabuk kuning hingga hitam, dari berbagai tempar latihan di Surakarta. Berbagai jurus diperagakan oleh para peserta latihan mulai dari poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.

Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. “Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan,” terang Tanu Kismanto.

Kemudian, kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan kaki.

“Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat,” terangnya.

Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan.

Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan.

“Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan),” jelas Tanu Kismanto. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.