Pemimpin Harus Berambisi ‘Positif’

Ustadz Ihsan Syaifudin
Ustadz Ihsan Syaifudin

JO, Solo – Seminar Nasional yang diselenggarakan Lembaga Kajian & Pendampingan Sosial  Kholif@h  diikuti segenap elemen masyarakat di wilayah kota Solo, mulai dari akademisi, kalangan pimpinan ormas Islam, pimpinan partai se Surakarta, perwakilan Pimpinan Organisasi Kepemudaan dan perwakilan Calon Anggota Legislatif. Di Ruang Sidang DPRD Kota Surakarta Jl. Adi Sucipto Surakarta. Minggu (2/2/2014)

Ustadz Ihsan Syaifudin, narasumber asal Ma’had Baitul Hikmah Sukoharjo menyampaikan temanya,  salah satunya proses memiih pemimpin dalam Islam. Menurutnya, dalam syariatpun sudah jelas dalam memilih pemimpin itu sangat penting, dan itu sama halnya dalam konteks ketatanegaraan secara lebih luas.

“Bahwa sejatinya Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah atau pemimpin. Maka, jelaslah bahwa manusia diciptakan sebagai pemimpin diantara makhluk hidup. Meskipun diantara manusia pemimpin yang ideal adalah baginda Muhammmad SAW, dalam hadist sudah dijelaskan bahwa beliau adalah sosok yang mempunyai akhlak paling  mulia,” jelas Ustadz Ihsan, meneladani pemimpin sejati.

Untuk menentukan kriteria seorang pemimpin, lanjutnya, mengambil contoh cerita tolud dan jalud. Dari kesimpulan cerita tolud dan jolud adalah bagi orang yang kuat ilmunya .Seorang mukmin yang perkasa akan dicintai oleh Allah daripada yang lemah.

“Berarti ciri seorang pemimpin dalam pandangan Islam adalah orang yang memiliki karakter yang kuat dan bertaqwa. Seorang pemimpin pun tidak boleh gagap teknologi (gaptek), ini sangat penting sekali sehingga tidak perlu langsung  turun kebawah (turba), salah satu karekter pemimpin yang harus tidak gaptek belum terdapat dimana mana, dan itupun harus di sosialisasikan,” jelas Ustadz Ihsan.

Seorang pemimpin juga harus mempunyai ambisi ”Positif”, harus peduli dengan rakyatnya dan tidak mempunyai penyakit yang membahayakan dan tidak mempunyai cacat fisik yang nanti akan mengurangi kemampuan dalam berfikirnya. Selain itu dalam Al-Quran sudah jelas yaitu harus mempunyai  sifat Sidiq Amanah Tablig Fathonah. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *