Berpayung Daun Pintu, Selamat dari Hujan Batu

PENGUNGSI AnnuurJO, Radio Andika Kediri  – Tugiati (43), warga Desa/Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri akhirnya selamat dari amukan hujan batu erupsi Gunung Kelud. Tugiati menggunakan daun pintu sebagai payung sehingga aman dari berondongan batu sebesar kepalan tangan yang jatuh dari langit.

Tugiati berkisah, mulai lepas Isya, udara di Desa Puncu sangat panas. Ia dan keluarganya sudah menyangka, Gunung Kelud akan meletus. Selanjutnya, ia diminta oleh perangkat desa setempat untuk mengungsi ke balai desa.

Ia kemudian berkumpul dengan ratusan warga desa lainnya di balai desa setempat. Semakin malam suara ‘kemlothak’ di atas genting semakin keras. Tugiati sempat melihat, ternyata suara itu berasal dari batu sekepalan tangan yang jatuh dari langit. Bukan itu saja, jatuhnya batu tersebut juga dibarengi pasir serta debu vulkanik.

Genting balai desa yang dihajar hujan batu, akhirnya rontok juga. saat itulah Tugiati dan warga lainnya menjebol daun pintu balai desa. Selanjutnya, daun pintu itu mereka gunakan sebagai pelindung atau payung.  Hingga saat ini Tugiati dan ribuan warga lainnya masih berada di lokasi pengungsian Masjid An Nuur. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.