Gerakan Radikal Kiri & Fenomena Komunis Gaya Baru

Peserta aktif mengikuti Seminar
Peserta aktif mengikuti Seminar

JO, Wonogiri – Kemunculan gerakan Komunisme muncul di Indonesia disebabkan oleh kolonialisme di indonesia di awali denggan perlawan perlawan yang radikal dan berahkir pada tahun 1965 yang mengakibatkan begitu banyak korban meninggal dunia. Karena provokasi  provokasinya.

Menurut KH. Dian Nafi’, Pengasuh Pondok Pesantren Windan Kartasura Sukoharjo,  bahwa  gerakan komunisme di pelopori oleh gerakan Amerika latin yang beragama kristen. “Teori charles darwin teori materialisme menghasilkan dua idologi komunisme dan kapitalisme dan saling berlawanan.” kata Nafi’

Sejarah revolusi industri di eropa yang membuat terbagi kelas kelas di masyarakat industri. Kelas pemilik modal dan kelas pekerja. Contoh di Inggris pernah terjadi denggan mengunakan teknologi mesin sehingga mengakibatkan terjadi banyak penganguran, sehingga negera2 eropa melakukan ekspansi di luar eropa denggan melakukan imperialisme atau penjajahan di negara lain.

H. Tri Widodo, Ahli Sejarah dari Wonogiri menjelaskan, kalau sejarah itu menghubungkan masa lalu, masa sekarang dan masa datang. Kesadaran yang harus kita miliki vision  perubahan yaitu perubahan dunia dengan merubah diri sendiri, skill, isentif.

“Komunisme di Indonesia muncul pada tahun 1913 dibawa H. Sneevliet dari Partai Sosdem di Belanda.  Dan kemunculan ISDV pada tahun 1914 di SI di Surabaya dan pindah ke Semarang, dan itu membuat semakin besar gerakan komunisme di indonesia,” tambah Tri Widodo.

Para pendiri indonesia mengagas Indonesia sebagai negara kesejahteraan ( welfare state) sesuai UUD 1945 pasal 33. Akan tetapi Indonesia mengalami kemunduran dan cenderung ke arah kapitalisme.
CSI di bawah H. Agus Salim dari Sulawesi mendorong terbentuknya PAN Islamime, SI Merah dibawah Semaun, Darsono, Alimin menginginkan idiologi Komunisme.

Sedangkan Syamsul Bahri, Pegiat Lembaga Lingkar Studi Griya Kiri Surakarta, mengutip Karl Marx : seorang ilmuwan teori teori  das kapital, materialisme karena dialektika karena adanya revolusi industri di Eropa, ( sejarah masyarakat dari zaman purba selalu adanya penindasan, dan pemikiran Karl Marx di akui per tiga dunia.

“Anggapan teori-teori Karl Marx mulia dianggap kitab suci idologi pergerakan dan idoilogi negara ( lenin dan stalin ),  cenderung di gunakan pisau analisa oleh para faunding father untuk melakukan perjuangan dan membentukan gagasan kebangsaan pada masa awal awal pergerakan di Indonesia SI cenderung kiri dengan slogan perlawan pembelaan terhadap petani dan buruh,” terang Syamsul Bahri.

SI dididirkan pada tahun 1905 oleh Haji Saman Hudi, sejarah pada pemilu 1955 PKI  menang 57 % di Solo Raya. Dan kemenangannya mayoritas di ambil dari masyarakat abangan.

Seminar  Regional  Sehari “Gerakan Radikal Kiri Dan Fenomena Komunisme Gaya Baru” Kamis (27/2/2013) mulai jam 09.30 – 13.00 wib, di RM Saraswati Wonogiri ini setidaknya diikuti 119 orang dari unsur Pengurus NU Wonogiri, Pengurus Muhammadiyah Wonogiri, Pengurus Ansor Wonogiri, Pengurus Pemuda Muhammadiyah Wonogiri, Pengurus Pemuda Pancasila Wonogiri, Fatayat NU Wonogiri, Banser NU Wonogiri, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Wonogiri, Tokoh LSM Wonogiri, Tokoh Pemuda Wonogiri, Tokoh Agama Kristen/Pendeta Wonogiri, Tokoh Lintas Agama Wonogiri dan lain lain. – ian

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *