Pasar Saham di Tahun Politik

Grand Opening Panin Sekuritas, Borobudur Room, Novvotel Hotel Solo. Jumat (21/3/2014)
Grand Opening Panin Sekuritas, Borobudur Room, Novvotel Hotel Solo. Jumat (21/3/2014)

JO, Solo – Tahun pemilu kali ini dinilai sangat menjanjikan untuk investasi saham. Namun ada syaratnya, yaitu Indonesia harus memilih pemimpin baru yang dipandang ramah bagi pasar modal.

“Ekspektasi market akan rendah, jika ini tidak terjadi,” ujar  Rudiyanto, Head of Operation  and Bussines Development Panin Asset Managemen (PAM), saat grand opening kantor Panin Sekuritas Solo, di Novotel Hotel, Jumat (21/3/2014).

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah, minggu lalu, sempat melonjak pasca pencapresan Joko Widodo. Bursa saham melambung hingga menyentuh level 4.800. Sebelumnya Rudiyanto memprediksi kondisi ini baru akan terjadi di bulan April.

Setiap tahun pemilu dikatakan memberi efek yang luar biasa pada pergerakan saham. Untuk tahun ini ada beberapa yang bisa terjadi, bila dikaitkan dengan calon presiden mendatang.

Pertama, dalam kondisi bear case di mana ekonomi terparah, di mana kandidat yang dianggap market friendly tidak terpilih. Jika hal ini terjadi dan yang terpilih kandidat lain yang dikenal dengan kebijakan proteksi,  maka investasi asing yang masuk akan turun.

Padahal saat ini Indonesia masih dibelit current defisit dimana penerimaan dolar kurang. Pertumbuhan Indonesia diperkirakan melambat hanya 5,3 persen.

Pada pencalonan lalu, kandidat tertentu dinilai market friendly. Popularitas kandidat itu pun  jauh melampau kandidat lainnya.

Hal ini mendorong pasar berekspektasi, yang akhirnya mendorong pergerakan indeks. Sosok ramah pasar modal ini dikatakan membuat keyakinan investor bertambah dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi ke depan. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.