Sosialita Solo Peduli Wira Usaha Perempuan

Sekjen Sosialita Solo, Irine Heru Notonegoro, saat menyampaikan penjelasan kepada penerima bantuan mini counter. Selasa (15/4/2014)
Sekjen Sosialita Solo, Irine Heru Notonegoro, saat menyampaikan penjelasan kepada penerima bantuan mini counter. Selasa (15/4/2014)

JO, Solo  – Sosialita  Solo membagikan mini counter sebanyak 20 orang kurang mampu, khususnya perempuan. Tujuannya untuk memberdayakan para perempuan serta membangkitkan semangat wira usaha dalam meningkatkan pendapatan. Terutama bagi single parent.

Sebelumnya para penerima bantuan mini counter, telah diseleksi oleh tim sosialita dan PKK sehingga bantuan berupa peralatan, bahan baku, dan pemodalan. “Bantuan yang diberikan ini semoga benar-benar bisa sesuai dengan visi dan misi Sosialita Solo,” terang Irien S. Notonegoro, Sekjen Sosialita Solo.

Launching 20 mini counter ini, sebagai bentuk kepedulian organisasi ini, pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan di kopta Solo, sebelumnya  5 orang di lima kecamatan lebih dulu mendapatkan bantuan mini counter. “Kami ingin memberi perhatian yang lebih bagi perempuan pekerja keras yang kurang beruntung meski sudah membanting tulang,” kata Irine didampingi Tuti Adib, di sela pertemuan bersama penerima bantuan mini counter. Selasa (15/4/2014).

Irene mengatakan, mini counter yang di-launching di Ngarsapura  itu akan digunakan untuk berjualan berbagai makanan oleh penerimanya yang tersebar di beberapa sudut kota Solo. Dan Sosialita Solo telah menggelar berbagai kegiatan sosial bertujuan  pemberdayaan ekonomi, terutama para perempuan.

“Kita pernah lakukan pembagian 30 troly bagi buruh gendong di Pasar Gede, pemberian peralatan, pemberian santunan pada anak yatim, serta berbagai pelatihan kewirausahaan. Sebagai wujud kalau Sosialita, bukan sekelompok borju dan glamour,” papar Tuti Adib.

Dalam pemberian bantuan tidak hanya bersifat insidental, tapi bagaimana bantuan itu bisa digunakan untuk peningkatan pendapatan, sejak pemberian bantuan yang pertama, Sosialita selalu memantau sejauh mana perkembangan usaha yang dilakukan oleh penerima dalam meningkatkan taraf kehidupan mereka. “Kalau tidak sesuai dengan tujuan diawal, maka bantuan tersebut akan kami tarik, dan diberikan kepada yang lain, mengingat masih banyak yang membutuhkan,” pungkasnya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.