Pilpres, Suara Rakyat Suara Tuhan

Pendeta Samuel Sriyoko (Gembala Gereja Pondok Daun Telukan, yang juga FKUB Kabupaten Sukoharjo)
Pendeta Samuel Sriyoko (Gembala Gereja Pondok Daun Telukan, yang juga FKUB Kabupaten Sukoharjo)

JO, Solo – Pemahaman gereja tentang Pemilihan Presiden (pilpres) adalah sah menurut alkitab, dan memilih pemimpin negara itu melalui pemilihan yang dilakukan oleh rakyat meskipun diakui telah ditakdirkan oleh Tuhan. Papar Pendeta Samuel Sriyoko, Gembala Gereja Pondok Daun Telukan.

Seminar Lintas Kultral bertema Mempererat Persaudaraan Kebangsaan dan Hubungan Lintas Kultural dalam Menghadapi Pilpes 2014, diikuti berbagai kelompok dan budaya, ormas mahasiswa di kota Solo Raya, di selenggaakan oleh Forum Komunikasi Lintas Kultural (FKLK), di Ruang Pertemuan Bakorwil II Graha Solo Raya Solo. Jumat (16/5/2014)

“Meskipun pemimpin merupakan takdir dari Allah, namun proses pemilihannya secara demokratis dilakukan oleh rakyat,” tambah Pendeta Samuel Sriyoko, yang juga anggota Forum Kerukuna Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukoharjo, menyampaikan betapa pentingnya peran ulama atau pemimpin agama dalam pelaksanaan pilpres mendatang.

“Pilpres itu adalah sah, dan keharusan yang terselenggara atas nama negara yang di ridhai oleh Allah, jangan ragu untuk memilih karena anugerahNya untuk memimpin, meskipun prosesnya sangat berat,” terangnya.

Kisruh dan kekacauan pada saat penyelenggaraan pemilihan umum, mulai dari lurah, bupati, walikota, gubernur pun selalu mewarnainya terlebih di pilpres dengan sekup lebih nasional, rentan potensi ‘geger’

Pilpres dijadwalkan dilaksanakan 9 Juli 2014 mendatang, gereja mengamanatkan pada umatnya untuk anti golput dan ikut terlibat mensukseskan pilpres 2014, untuk memilih calon pemimpin yang menjadi tadir dari Tuhan melalui pilihan dan tangan rakyat.

Sementara, pilpres menjadi perbincangan hangat di seluruh lapisan masyarakat. Dan merata, tak hanya di forum resmi, mulai pasar tradisonal, warung wedang, mall maupun cafe topik yang dimunculkan pun selalu siapa presiden mendatang. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *