Syifa’ : Quality Citizenry Hanya Fatamorgana

Husein Syifa' - Gus Dur-ian
Husein Syifa’ – Gus Dur-ian

JO, Solo – Pemilihan Presiden (pilpres) dijadwalkan dilaksanakan 9 Juli 2014 mendatang, menjelanghelatan tersebut, pilpres menjadi perbincangan hangat di seluruh lapisan masyarakat. Sejumlah kalangan, baik itu pelajar, mahasiswa, pedagang, pegawai bahkan ibu-ibu rumah tangga memperbincangkan hal tersebut.

Muncul sejumlah harapan masyarakat tentang pemimpin baru dan menaruh harapan besar atas siklus lima tahunan tersebut sukses dengan memilih pemimpin yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Forum Komunikasi Lintas Kultural (FKLK), menggelar Seminar Lintas Kultral bertema Mempererat Persaudaraan Kebangsaan dan Hubungan Litas Kultural dalam Menghadapi pilpes 2014, Ruang Pertemuan Bakorwil II Graha Solo Raya Solo. Jumat (16/5/2014)

Hussein Syifa, Gus Dur-ian, salah satu nara sumber, mengatakan dalam makalahnya suasana menjelang pilpres pada tahun ini dan pilpres 5 tahun silam sangat berbeda. Dimana kecenderungan masyarakat mampu menyuarakan pendapatnya tentang capres yang dinginka.

“Bukan lantaran ada capres yang sedang popular, kami anggap keterlibatan masyarakat dalam pemilu tahun ini cukup tinggi, melainkan karena kejenuhan masyarakat akan kondisi ini dan ingin merasakan suasana yang baru dengan pemimpin baru,” tandasnya.

Adapun dampak perbincangan dan gunjingan masyarakat tentang pilpres, Hussein menambahkan, banyak hal positif. Terutama pemahaman politik yang terjadi di masyarakat jauh lebih maju dan berkembang lebih baik.

“Apabila suatu bangsa belum mampu merajut kebersamaan cita-cita sebagai common goals sebagai kekuatan perekat untuk mempertahankan nation state yaitu Tanah Air Indonesia, maka quality citizenry masih sebatas bayang-bayang,” kata Husein.

Quality Citizenry adalah masyarakat yang mampu mewujudkan cita-cita bersama untuk mencapai common goals. Rajutan kebersamaan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita bersama akan efektif apabila didukung oleh tiga pilar utama yaitu  Civil Society, Business Community dan Political Community plus Bureaucracy. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.