HDIndonesia Perkuat Networking

Pengobatan Komplementer dengan Propoelix untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Degenerat dan Infeksi’ seminar kesehatan tingkat nasional diselenggarakan oleh HDI Group of Company Indonesia di Syariah Hotel Solo, Sabtu (7/6/2014).
Pengobatan Komplementer dengan Propoelix untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Degenerat dan Infeksi’ seminar kesehatan tingkat nasional diselenggarakan oleh HDI Group of Company Indonesia di Syariah Hotel Solo, Sabtu (7/6/2014).

JO, Solo –  Seminar bertajuk ‘Pengobatan Komplementer dengan Propoelix untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Degenerat dan Infeksi’, diselenggarakan oleh HDI Group of Company Indonesia, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan serta  menambah wawasan mengenai pengembangan pengobatan komplementer secara menyeluruh.

Key Leader Operations HDI Indonesia, Anita Eka Permatawaty, mengatakan selain mengedukasi sejumlah membernya yang kebanyakan dokter dan tenaga medis dibeberapa rumah sakit itu, juga upaya memperkuat eksistensinya yang sudah puluhan tahun di Indonesia.

“Komitmen kami terus mengedukasi manfaat produk hasil lebah mulai dari madu, bipolen, propolis dan propoelix, selain sebagai penguatan bran, ” jelas Anita kepada wartawan, di sela kegiatan seminar kesehatan tingkat nasional di Syariah Hotel Solo, Sabtu (7/6/2014).

Dalam kegiatan tersebut  membahas antisipasi serta pencegahan, perlindungan khusus, diagnosis hingga pengobatan penyakit menular.  Sedangkan HDI merupakan perusahaan network marketing bertaraf internasional yang mengkhususkan diri pada produk-produk kesehatan berbasis lebah.

“Produk yang kami kembangkan diantaranya HDI Propoelix, yakni  produk kombinasi propolis ekstrak dari berbagai belahan dunia,” tambah Anita. HDI Propoelix mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan radikal bebas penyakit degeneratif. Produk itu diklaim sudah teruji secara klinis, hasilnya terbukti aman dengan tidak adanya efek samping selama uji klinis berlangsung.

“Target dari seminar ini masyarakat bisa lebih aware terhadap produk lebah. Sekaligus menginformasikan  ada produk komplementer yang bisa membantu pasien,” tutup Anita.  – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *