Listrik Overload, 200 Ribu Pelanggan Belum Terkafer

jaringan-listrikJO, Solo – Kebutuhan listrik selama 10 tahun kedepan diprediksi mencapai  2.806 TWh. Sehingga dibutuhkan penambahan fasilitas ketenagalistrikan mulai kapasitas pembangkit, transmisi dan distribusi yang lebih tinggi.

Maka PT PLN Distribusi Jawa Tengah  dan DIY rencananya menyiapkan sejumlah proyek pembangkit di daerah tersebut. Diantaranya di PLTU Adipala-Cilacap dan PLTU Batang. yang sedang dalam tahap pembangunan. Di sisi lain akan mengoptimalkan sitem listrik di Ungaran dan Pedan-Klaten.

Manager Bidang Distribusi PT PLN Distribusi Jateng dan DIY, Andreas Heru Sumaryanto mengatakan proyek pembangkit ini kalau disikapi secara investasi, layaknya asumsi ada gula ada semut.

“Penambahannya akan diikuti laju ekonomi yang cukup tinggi. Faktanya jantung penyedia listrik di Jawa Tengah yaitu di Ungaran dan di Pedan,” papar Heru, disela BUMN Marketeers di PLN Area Surakarta, Senin (7/7/2014).

Ditambahkannya, keberadaan Sistem di Ungaran dan Sistem Pedan akan terus dikembangkan. Terutama yang paling pesat di Solo, Kudus dan Ungaran.

“Solo, Ungaran dan Kudus merupakan daerah emas. Hal ini akan menjadi informasi sekaligus peluang emas bagi berbagai kalangan perbankan, jasa raharja dan BUMN lainnya,” jelas Heru.

Tren kenaikan beban puncak listrik yang  meningkat di Jawa Tengah dan DIY. Hingga akhir tahun 2014 ditargetkan penyambungan listrik hingga 550 ribu pelanggan. Sedang di semester I 2014 sudah mencapai 350 ribu pelanggan, sehingga masih banyak yang belum tersambung.

“Kalau memang masih banyak yang belum tersambung karena porsi kita yang sudah overload. Dan berdampak pada pendanaan yang tidak berimbang, sehingga kita terpaksa menunggu dengan penjadwalan bertahap. Khusus di pulau Jawa bisa dikatakan sebagai daftar tunggu, tapi di Kalimantan justru menjadi daftar penantian,” terangnya. – edo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: