Alfamart Tingkatkan Mutu Pendidikan

Solihin, Corporate Affairs Director SAT
Solihin, Corporate Affairs Director SAT

JO, Klaten – Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (SAT) sebagai pengelola jaringan toko Alfamart dan Alfamidi meluncurkan Program Sekolah Binaan Alfamart Alfamidi, yang difasilitasi oleh Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach (PSF – SDO), suatu jasa layanan pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas sekolah dan pendidik untuk membantu Indonesia menghadapi tantangan global.

Program Sekolah Binaan Alfamart Alfamidi merupakan upaya untuk membantu sekolah-sekolah yang harus meningkatkan kualitasnya sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan dapat berkompetensi.

Corporate Affairs Director SAT, Solihin, bahwa program yang akan diinisiasi SAT bersama dengan PSF-SDO adalah Pembinaan 3 SD yang berada wilayah Tangerang. “Merupakan pilot project dari Program Sekolah Binaan Alfamart Alfamidi. Tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dari yang kurang baik menjadi setara dengan sekolah-sekolah unggulan. Selain itu akan ada juga pelatihan untuk peningkatan kualitas para guru di beberapa kota,” jelas Solihin, saat dihubungi di kantornya. Senin (15/72014).

Pada periode 16 – 31 Juli 2014, tambah Solihin, pelanggan Alfamart dan Alfamidi dapat berpartisipasi dengan mendonasikan uang kembalian atau Donasi Bebas melalui kasir di seluruh toko. Sebagai buktinya, nilai donasi akan tercetak pada struk belanja. Hasil dari dana tersebut akan digunakan untuk menjalankan Pelatihan peningkatan kualitas guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Indonesia.

Dan, Segala upaya peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari meningkatkan kualitas para guru. Program ini akan melatih guru untuk mengembangkan profesionalisme guru dalam mengajar dan pengelolaan kelas.

“Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini para guru dapat mengaplikasikan metode yang dipelajari ke dalam kurikulum yang digunakan, sehingga pelaksanaan kurikulum dapat maksimal,” tambah Solihin. – san

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: