Penjualan Solar Dibatasi !

Truk ngisi solar di SPBU Sekar PaceJO, Solo – PT. Pertamina wilayah Jawa Tengah mendapatkan surat edaran dari BPH Migas, tentang penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah tertentu. Mulai diterapkan di wilayah Jakarta Pusat. Kebijakan itu merupakan hasil pembahasan intensif dengan instansi terkait, yaitu Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina. Namun terkait kesiapan dan teknis pemberlakuan kebijakan tersebut PT Pertamina Jawa Tengah menunggu hasil rapat di Jakarta.

“Pemberlakuan kebijakan itu masih menunggu hasil rapat dari Jakarta untuk melakukan follow up berikutnya. Meskipun sosialisasi sudah dilakukan BPH Migas sejak awal melalui media televisi, serta spanduk dan poster yang dipasang di sejumlah SPBU,” papar Roberth MV Dumatubun, External Relation PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Bagian Tengah, melalui telepon Jumat (1/8/2014).

Saat ini, menurut Roberth, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Diantaranya Polda Jawa Tengah, Pemkot dan Pemkab terkait kesiapan teknis dan mekanisme pendistribusian solar bersubsidi. “Kedepan, Pertamina akan menindaklanjuti pelaksanaan kebijakan pendistribusian dan peraturan dilapangan. Yang kemudian akan dikoordinasikan dengan Hiswana Migas,”tambahnya.

Sedang terhitung mulai 1 Agustus 2014 pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah tertentu. Terutama mulai diterapkan di wilayah Jakarta Pusat. Termasuk dihapuskannya SPBU yang berada di ruas jalan tol. Kebijakan tersebut diambil sebagai solusi untuk menghindari jebolnya kuota minyak solar dan premium pada akhir tahun 2014. – edo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *