Rencana Pengurangan Subsidi BBM, Nelayan Di Pati Resah

Kapal Ikan Nelayan di Pati
Kapal Ikan Nelayan di Pati

JO, Pati – Rencana PT Pertamina (Persero) mengurangi jatah bahan bakar minyak subsidi jenis solar dan premium di SPBU mulai Agustus 2014, mengundang keresahan kalangan nelayan. Pengurangan subsidi itu, akan berdampak biaya perbekalan selama melaut meningkat.

Pengurangan subsidi BBM jenis solar sebesar 20% itu, meresahkan nelayan karena kapal-kapal penangkap ikan yang mereka gunakan menggunakan BBM solar.

Pemilik kapal di Desa Bendar Kecamatan Juwana, H. Jamari Ridwan mengungkapkan, pengurangan subsidi tersebut, secara otomatis berdampak menambah biaya operasional.

“Karena apa nelayan ini sangat membutuhkan BBM jenis solar. Kalau subsidi dikurangi, dan merambah ke nelayan, otomatis nelayan kecil, nelayan besar ini sangat terpukul. Kalau yang dulu Rp. 5.500 perliter, kalau subsidi dikurangi otomatis perbekalan naik. Dari dulunya Rp.100juta, setelah ada pengurangan subsidi ini bisa jadi naik Rp. 125 juta sampai Rp.150 juta, sehingga hasil nelayan berkurang. Karena nelayan di Pantura khususnya di Juwana nelayan bagi hasil,” tutur H. Jamari Ridwan.

Mewakili ratusan pemilik kapal dan nahkoda di Pati, Jamari Ridwan berharap, pemerintah mengkaji kembali pengurangan subsidi BBM jenis solar untuk kapal nelayan. Karena, nelayan yang paling merasakan pengurangan subsidi itu, karena jangkauan penangkapan yang jauh hingga ke perairan Papua, dengan waktu yang lama, juga membutuhkan bahan bakan yang banyak. Namun tidak diikuti dengan kenaikkan harga jual hasil tangkapan. – pas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *