Kasus Dugaan Pencabulan oleh PB XIII Lanjut

Ilustrasi Korban Kejahatan Seksual
Ilustrasi Korban Kejahatan Seksual

Pengacara Korban Segera Bentuk Tim Advokasi

JO, Solo – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan raja Solo, PB XIII memasuki babak baru. Rencananya pengacara yang melakukan pendampingan terhadap korban, segera membentuk tim advokasi. Karena berpendapat kasus tersebut hingga kini tidak ditangani secara serius.

Kuasa hukum At alias Pt, remaja korban pencabulan yang diduga dilakukan Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII, Asri Purwanti, menyesalkan tidak ada kejelasan dari pihak Keraton Solo terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

Praktisi hukum yang getol memperjuangkan ketertindasan anak akibat tindakan kejahatan seksual ini, bertekad jika terbukti bersalah pelakunya untuk di jatuhi hukum seadil-adilnya akibat dari perbuatan yang dilakukan.

“Meskipun kondisinya semakin membaik dan lebih stabil keadaan jiwanya, namun tetap miris melihat kondisinya,” kata Asri. “Tidak tega dan kasihan melihat remaja lugu harus menanggung penderitaan itu,” imbuh dia.

Ditambahkan Asri, At pernah mengeluh mengalami keputihan yang terus menerus, untuk berobat ke dokter pun tak mampu karena ketiadaan biaya. At berasal dari keluarga tidak mampu, siswi salah satu SMK di Sukoharjo tersebut tak punya biaya untuk berobat ke dokter kandungan, di usia kehamilan akibat pencabulan itu mencapai 4 bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, remaja asal Solo diduga dihamili oleh Pakubuwono XIII. Dan kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sukoharjo. Asri menepis tudingan miring kalau At yang disebut sebagai anak nakal yang doyan keluyuran malam.

“Tudingan itu terkait dengan kasus yang menimpa anak itu saat ini, sebagai korban tindak kejahatan seksual. Saya bela mati-matian anak ini, karena dia memang anak polos dan lugu. Kalau memang nakal, kenapa pakai dibius segala ketika diajak kencan,” terangnya.

Pada pemberitaan dibeberapa media, Polres Sukoharjo masih menyelidiki kasus tersebut.Namun, hingga sekarang aparat Polres belum memberikan isyarat akan memeriksa PB XIII yang diduga sebagai pelaku dalam kasus ini.

Selaku kuasa hukum korban, Asri bertekad untuk menuntaskan kasus ini, hingga terkuak.Dalam waktu dekat segera dibentuk tim advokasi untuk mengawal kasus ini. Mengingat dengan adanya dugaan pencabulan yang menyeret Raja keraton Solo, banyak mendapat perhatian dari berbagai LSM, LPSK dan tokoh masyarakat untuk pendampingan terhadap korban pencabulan tersebut. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *