Database Investor Pasar Modal Indonesia

Kini Mengacu Pada Data KTP Elektronik

Heri Sunaryadi (Direktur Utama KSEI) tengah mencoba sistem kependudukan KTP elektronik didampingi oleh H. Irman (Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri - kiri) dan M. Noor Rachman (Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK - kanan)
Heri Sunaryadi (Direktur Utama KSEI) tengah mencoba sistem kependudukan KTP elektronik didampingi oleh H. Irman (Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri – kiri) dan M. Noor Rachman (Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK – kanan)

JO – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan  Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Republik Indonesia.

Penandatanganan dilakukan di Main Hall Galeri Bursa Efek Indonesia oleh Direktur Utama KSEI Heri Sunaryadi dan Direktur Jenderal Dukcapil, Kemendagri, H. Irman. Turut hadir dan menyaksikan acara penandatanganan perjanjian tersebut Deputi Komisioner Pengawas Pasar
Modal II, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M. Noor. Rachman, Pejabat Ditjen. Dukcapil sampai tingkat Eselon III, Direksi dan Komisaris KSEI, Direksi PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta perwakilan asosiasi pasar modal Indonesia.

Melalui kerja sama ini, KSEI selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) dapat menggunakan data kependudukan dan KTP Elektronik (KTP-el) milik Ditjen. Dukcapil sebagai acuan pengadministrasian basis data investor pasar modal yang lebih baik. Dalam
menjalankan peran sebagai LPP, secara terpusat mengelola data investor pemilik Efek yang tersimpan dalam Sub Rekening Efek di KSEI. Basis data investor pasar modal ini digunakan dalam pengembangan Single Investor Identification (SID) yang telah diterapkan sejak tahun 2012 dan menjadi landasan penting untuk pengembangan infrastruktur pasar modal.

Kendala utama dalam pengembangan basis data pasar modal Indonesia adalah akurasi dan keterkinian dari data investor itu sendiri. Pada saat awal proyek pengembangan infrastruktur pasar modal pada tahun 2009, belum tersedia basis data kependudukan yang secara nasional diadministrasikan secara terpusat untuk dapat dijadikan acuan. Pembentukan basis data
investor di KSEI sepenuhnya mengandalkan peran Pemegang Rekening KSEI dalam menyediakan data nasabah yang lengkap dan akurat, termasuk juga pengkiniannya bila ada perubahan data nasabah.

Dari sisi Pemegang Rekening KSEI hal ini bukan merupakan hal yang mudah karena umumnya perubahan data tidak selalu dilaporkan oleh nasabah atau nasabah tidak lagi bisa dihubungi karena alamatnya sudah berubah.

Penerapan KTP elektronik secara nasional bagi penduduk Indonesia memberikan harapan akan tersedianya basis data kependudukan nasional yang dapat dijadikan sebagai acuan data investo sar modal yang dibentuk di KSEI. Dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan, mulai dari proses pendaftaran hingga pengkiniannya, data investor pasar modal yang diterima KSEI dari Pemegang Rekening dapat dipastikan keakuratannya berdasarkan data yang ada di Ditjen. Dukcapil Kemendagri.

Hal ini tentunya akan membuat asis data investor pasar modal Indonesia menjadi lebih akurat sehingga dapat diandalkan ntuk mendukung insiatif-inisiatif pengembangan infrastruktur pasar modal ke depannya. enanggapi penandatanganan kerjasama ini.

“Kerja sama ini merupakan langkah dan strategi penting terkait pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia yang konsisten dilakukan KSEI guna mendukung perkembangan pasar modal Indonesia yang teratur, wajar dan efisien. Basis data investor yang akurat dan senantiasa terkinikan merupakan hal penting dan menjadi kunci keberhasilan pembentukan SID dan diperlukan sebagai acuan bagi regulator dan pelaku di industri pasar modal.” ungkap Heri.

Lebih lanjut Heri menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan juga sangat tepat. “Saat ini jumlah investor dipasar modal Indonesia relatif masih sedikit, namun sangat berpeluang untuk berkembang pesat. Pembenahan basis data investor pasar modal sangat penting dilakukan dan dengan
penandatanganan perjanjian ini kita bersyukur hal tersebut bisa kita lakukan sedini mungkin,” imbuh Heri. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *