Donald Pardosi: Jangan Ke Ranah Politik

Penyelesaian Kasus Dugaan Pencabulan oleh PB XIII

Ilustrasi
Ilustrasi

JO, Solo – Rencana kuasa hukum At alias Pt, remaja korban pencabulan yang diduga dilakukan Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII, Asri Purwanti untuk menindak lanjuti kasusnya dengan membentuk tim advokasi.

Meskipun banyak dukungan untuk meneruskan proses hukum kasus ini, baik dari praktisi hukum, LSM, LPSK dan tokoh masyarakat untuk pendampingan terhadap korban pencabulan tersebut. Namun untuk tetap mengawalnya dari proses hukumnya, bukan untuk komoditas lain.

Seperti di sampaikan Praktisi Hukum dan Advokat Donald R.O. Pardosi, menyarankan supaya dalam pengurusan permasalahan yang telah diajukan di ranah hukum ini diurus selayaknya masalah hukum sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Jangan sampai dibawa ke ranah hukum namun diarahkan menjadi masalah sosial ataupun masalah politik,” paparnya, saat di temui JO dikantornya. Sabtu (13/9/2014).

Dirinya selaku praktis hukum atau advokat yang mengamati pengurusan perkara serta mengikuti pemberitaan di media, juga sebagai teman seprofesi ataupun teman sejawat dari Asri Purwanti, berteman dan mengenalnya dengan baik.

“Saya mengerti pola pikir, ketulusan dan karakter Asri, sehingga saya cukup mengerti dengan sikap dan semua upaya yang dilakukannya dalam memperjuangkan hak dan kepentingan hukum dari seorang wanita yang teraniaya dan menjadi korban pencabulan yang kini menjadi kliennya,” terangnya.

Donald R.O. Pardosi dan beberapa  praktisi hukum di kota Solo ini, mengaku mengamati dan mengikuti perkembangan atas pengurusan perkara tersebut, secara langsung diberitahukan terkait kronologis dan juga upaya hikum yg telah dilakukannya baik itu mulai dari klarifikasi sampai dengan pengaduan dan atau laporan polisi di Polres Sukoharjo.

“Kami pun mendengar dengan baik semua keterangan yang disampaikan oleh Asri dan kami juga memberikan saran serta pendapat hukum dengan baik,” tanggap Donald, menanggapi konsultasi rekannya.

Namun bilamana perbuatan pencabulan anak dibawah umur yang menimpa kliennya tersebut telah diajukan ke ranah hukum, maka sebagai Advokat sebagai penegak hukum wajib memegang dan menjadikan prinsip dan asas terpenting dalam hukum pidana yaitu praduga tak bersalah (presumption of innoncence) sebagai pedoman.

“Selain sebagai penegak hukum, Advokat selaku penasihat hukum memiliki peran yang amat penting dengan tujuan jangan sampai menghukum yang tidak bersalah. Apalagi yang menjadi terduga pelaku dalam kasus ini adalah seorang pribadi yg terhormat dan dihormati,” tambah Donald

Donald yakin sepenuhnya bahwa Asri Purwanti SH MH dapat melakukan langkah dan upaya hukum dengan cermat, rasional dan profesional, sehingga menggunakan cara pandang dari sudut pandang penegak hukum dalam sitem peradilan pidana.

“Supaya perkara ini tidak terjadi kesenjangan antara retorika dan kenyataan hukum, khususnya mengenai asas praduga bersalah dan praduga tak bersalah perlu dipahami. Sehingga, para penegak hukum maupun penyidik di Polres Sukoharjo selaku pihak  berwenang dapat mengetahui dengan benar bagaimana harus bertindak lebih lanjut dalam memeriksa perkara ini dengan tidak mengesampingkan asas praduga tidak bersalah,” ungkapnya.

Dan disisi lain, Tertuduh atau Terlapor maupun Tersangka tetap diberikan penghargaan sebagai manusia yg memiliki Harkat, martabat dan Harga diri.

“Dan Tertuduh atau Terlapor atau Tersangka tidak dapat dianggap bersalah atau wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan mempunyai kekuatan hukum tetap,” pungkas Advokat muda ini. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *