KSEI-Ditpendukcapil Kerjasama

PKS KSEI-250814-1JO – PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Republik Indonesia.

Dirjen Dukcapil H. Irman, dalam sambutannya menyatakan bahwa selain OJK saat ini terdapat 15 (lima belas) instansi lain yang telah melakukan MoU dengan Kemendagri untuk pemanfaatan data kependudukan RI. Irman berharap, kerja sama antara Kemendagri dengan industri pasar modal dan keuangan dapat meningkatkan industri perekonomian di Indonesia.

“Hari ini sangat penting bagi kami dengan adanya penandatanganan perjanjian kerjasama dengan KSEI. Kendala yang dihadapi KSEI dan pasar modal terkait kebutuhan ketersediaan data kependudukan akurat juga dihadapi lembaga-lembaga pelayanan publik. Hal ini menjadi perhatian Kemendagri untuk mengatasi kelemahan tersebut dengan melakukan upaya efektif yaitu melakukan perubahan mendasar dalam menyediakan data dan dokumen yang akurat dan diakui keabsahannya. Hingga saat ini masih ada sekitar 5% penduduk yang belum melakukan perekaman data kependudukan. Kami berharap dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini dari pihak pasar modal sebagai lembaga pengguna dapat nyaman dalam memberikan pelayanan karena dengan adanya basis data KTP elektronik kemungkinan adanya pemalsuan data dan lainnya yang dapat merugikan pasar modal dapat ditekan.” kata Irman.

M. Noor Rachman, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK yang hadir dan menyaksikan proses penandatanganan, menyatakan bahwa OJK menyambut positif kerja sama pemanfaatan data kependudukan dan KTP-el tersebut. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama KSEI – Ditjen. Dukcapil ini juga merupakan tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerja sama pemanfaatan basis data kependudukan RI yang telah dilakukan antara OJK dengan Kemendagri pada Februari 2014.

“Dengan kerjasama antara KSEI dan Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil diharapkan data Investor pasar modal di Indonesia menjadi lebih lengkap dan akurat, serta penelusuran perubahan data Investor dapat lebih mudah dilakukan dan selalu terkinikan,” kata Noor Rachman.

Dengan telah diresmikannya payung hukum dengan Kemendagri, KSEI telah dapat memanfaatkan data kependudukan untuk proses pengkinian data SID. Sebagai tahap awal, database kependudukan akan dimanfaatkan untuk pengecekan dan rekonsiliasi semua data investor yang telah terdaftar memiliki Sub Rekening Efek di KSEI. Kedepannya, terkait rencana penerapan SID bagi investor Reksa Dana, diharapkan database kependudukan ini juga akan digunakan sebagai acuan validasi dan verifikasi data nasabah Reksa Dana.

“Pembenahan basis data investor pasar modal juga sejalan dengan inisiatif pengembangan infrastruktur pasar modal lainnya yang sedang dijalankan oleh KSEI, antara lain yaitu Co-branding AKSes untuk memperluas dan mempermudah masyarakat mengakses pasar modal melalui perbankan nasional serta rencana pengembangan sistem pengelolaan investasi
terpadu,” tutup Heri. – ian

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *