Batik Danarhadi Bangun Pabrik Berskala Besar

Museum Batik Danarhadi Koridor utama
Museum Batik Danarhadi Koridor utama

JO, Solo – Untuk pertama kalinya PT Batik Danar Hadi mengembangkan pabrik batik berskala besar di kawasan Pabelan, Kabupaten Sukoharjo. Sejak berdiri tahun 1967 lalu, pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 10.100 meter persegi (m2), kini 7.344 m2 di antaranya telah terbangun dan dipakai untuk kepentingan produksi.

Terutama pembuatan batik dengan cara tradisional, meliputi ruangan untuk mencanting batik, proses mencap batik, menyorek atau memindahkan pola desain batik dari kertas ke kain, mencolet batik, ruangan untuk pewarnaan batik dan pelorodan malam, showroom batik yang sudah jadi, hingga tempat untuk pengolahan limbah batik.

Pembangunan pabrik yang menelan biaya luas bangunan Rp 8 – 10 miliar tersebut, akan dilangsungkan dalam dua tahap. Tahap pertama yang dimulai sejak tahun 2013, telah selesai dibangun pada pertengahan tahun 2014 ini, tepatnya sebelum Lebaran dan kini telah digunakan untuk proses produksi pembuatan batik tradisional. Sementara pembangunan tahap kedua ditargetkan selesai pada tahun 2015.

“Semua factory (pabrik) akan ditempatkan di sana, baik pabrik tradisional, printing, maupun tempat untuk pembuatan aksesoris. Rencana pembuatan factory tersebut juga untuk efisiensi dan perluasan, di samping juga untuk penanganan limbah pula. Saat ini untuk proses tradisional sudah dipindahkan, yang akan datang (pembangunan diperuntukan bagi pabrik) printing dan garmen. Dengan satu tempat memang lebih efisiesn, dan SDM administrasi juga tidak terlalu banyak,” ujar Managing Director PT Batik Danar Hadi Diana Santosa kepada wartawan di sela – sela Media Gathering Perjalanan Batikku dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Danar Hadi pada tanggal 26 September 2014 dan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2014 di Ndalem Wuryaningratan Solo, Sabtu (20/9/2014).
Dalam proses produksinya, pabrik tersebut nantinya juga akan melayani pembuatan batik untuk ekspor, di samping untuk pasar eksklusif di dalam negeri pula. Perihal produksi batik tradisional, diperkirakan dapat membuat sekitar 6.000 potong per bulannya. Yang di dalamnya termasuk batik tulis, cap, maupun kombinasi. Ada sejumlah 120 tenaga pembatik di dalam pabrik dan 500 – 600 pembatik yang tersebar di luar pabrik. Sementara itu ada 75 karyawan yang bertugas dalam batik cap. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *