Seni Tradisi Upaya Bendung Budaya Global

Ibu-ibu dari Dusun Popongan Desa Pandeyan Kecamatan Grogol sebagai grup pembuka pesta kesenian rakyat, yang digelar di desa setempat Sabtu (20/9/2014) malam.
Ibu-ibu dari Dusun Popongan Desa Pandeyan Kecamatan Grogol sebagai grup pembuka pesta kesenian rakyat, yang digelar di desa setempat Sabtu (20/9/2014) malam.

JO, Sukoharjo –  Hentakan lesung yang dipukul bertalu-talu langsung menggema ketika acara pesta rakyat di Dusun Popongan Desa Pandeyan Kecamatan Grogol Sukoharjo mulai dibuka. Koordinator acara Joko Ngadimin menjelaskan, acara yang sarat dengan kesenian tradisionil ini sebagai upaya membendung arus budaya global yang kini telah mulai mengikis budaya tradisi itu sendiri.

“Seperti kita ketahui, saat ini banyak sawah mulai terbengkalai lantaran ditinggalkan pemiliknya. Hama padi juga tak henti-hentinya menyerang. Karena putus asa, rakyat desa urbanisasi ke kota. Sawah kehilangan ruhnya,” jelas Joko Ngadimin, Sabtu (20/9/2014) malam.

Joko yang juga pendiri Barisan Rakyat Pecinta Seni (Bara Tani) menjelaskan,  hanya lewat kesenian tradisionillah rakyat bisa membangun kesadarannya kembali guna memperkuat jaringan kesenian. Kesadaran untuk kembali menemukan kesenian yang hilang serta melestarikannya.

“Kelompok ini memiliki misi,  melestarikan potensi kesenian tradisi agar jangan sampai hilang dengan jalan memperkuat ketahanan budaya nasional melalui desa,” jelasnya.

Oleh karena itu kata dia, sudah saatnya rakyat memiliki kesadaran dan ikut berperan penting melestarikannya. Gagasan ini, langsung kami lontarkan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan gayung pun bersambut. Mereka mendukung dengan memberi bantuan secara materi dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, berbagai kesenian tradisinionil yang digelar malam itu antara lain pentas kesenian lesung ibu-ibu warga Desa Pandeyan, tarian Sabdo Palon Nayo Genggong, uyon-uyon guyon maton dan puncaknya pentas wayang kulit dengan lakon “Sri Sadono” dalang Ki Mas Demang Edy Sulistyono dari Pura Mangkunegara Solo. –uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *