Museum Radyapustaka Segera Miliki Replika Perahu Rajamala

 Joko Suryono ketika menerangkan pembuatan replika perahu Rajamala di kediamannya, Kamis (25/9/2014). (Foto: Zaenal Huda)
Joko Suryono ketika menerangkan pembuatan replika perahu Rajamala di kediamannya, Kamis (25/9/2014). (Foto: Zaenal Huda)

JO, Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana akan membuat replika tiruan perahu besar atau baita gung Rajamala yang pengerjaannya baru mencapai 20 persen. Replika tersebut, nantinya akan dipasang di Museum Radyapustaka diharapkan menjadi ikon museum tersebut.

Kepala Museum Radyapustaka Drs Purnama Subagya kepada Jateng Online, Kamis (25/9) mengatakan, replika perahu Rajamala yang panjangnya 2 meter lebar 21 sentimeter tersebut akan dipasang di museum Radyapustakan bertepatan pada 1 Muharram atau 1 Syura nanti, yakni tanggal 25 Oktober 2014 nanti.

Menurut dia, anggaran yang dipakai untuk mengerjakan replika tersebut hanya sebesar Rp 20 juta dari kas museum yang ada saat ini. Purnomo berharap adanya replika ini menjadi gambaran betapa besarnya perahu Rajamala kala itu meski yang hanya berskala 1:35.

Replika perahu Rajamala dari dekat lengkap dengan kepala perahu Canthik Rajamala. (Foto: Zaenal Huda)
Replika perahu Rajamala dari dekat lengkap dengan kepala perahu Canthik Rajamala. (Foto: Zaenal Huda)

Terpisah, pembuat replika Joko Suryono (59) yang saat ini menjabat dosen ISI Surakarta jurusan senirupa menjelaskan, penelitian untuk mewujudkan perahu besar yang sesungguhnya memiliki panjang 70 meter itu memakan waktu setahun. Sumber yang diperolehnya berasal dari buku Babon Babad Baita tulisan Sunan PB IX, yang merupakan rekonstruksi jejak perahu Rajamala pada tahun 1823. Buku manuskrip perahu Rajamala kini tersimpan di Museum Sanapustaka Keraton Kasunanan Surakarta.

“Badan perahu sendiri dalam babad tersebut telah rusak dan musnah, tinggal kepala perahu yang dikenal dengan Canthik Rajamala.Pengerjaannya dipimpin dua orang yakni Ngabehi Sangkrah dan Ngabehi Panusupan.”

Jaka juga mengatakan, ujud perahu asli Rajamala, merupakan perahu besar yang didayung oleh delapan abdi dalem keraton. Sementara di tubuh perahu sendiri terdapat beberapa bagian. Diantaranya, panjang 70 meter lebar 7 meter. Ruang satu, merupakan tempat menari lengkap dengan seperangkat gamelan. Ruang dua, raja dan residen lengkap dengan kursi-kursinya. Ruang tiga, ada taman yang tertutup, gudang senjata, meriam enam buah, bedil, pistol yang tidak disebutkan jumlahnya.

“Sayangnya, dalam manuskrip itu tidak menyebutkan warna dari perahu tersebut. Sehingga kami belum bisa menentukan apa warna perahu itu nanti,” pungkasnya. –uda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *