Komplotan Pencuri Dibekuk Polisi

Seorang tersangka, ditembak kakinya

Kapoles Boyolali AKBP Budi Sartono ketika menunjukkan para tersangka pencuri spesialis rumah kosong dan sekolahan. Salah seorang tersangka Supriyanto (tengah) ditembak betis kirinya, saat akan kabur dalam penangkapan sebelumnya. (Foto: Zaenal Huda)
Kapoles Boyolali AKBP Budi Sartono ketika menunjukkan para tersangka pencuri spesialis rumah kosong dan sekolahan. Salah seorang tersangka Supriyanto (tengah) ditembak betis kirinya, saat akan kabur dalam penangkapan sebelumnya. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Boyolali – Jajaran reskrim Polres Boyolali akhirnya berhasil melumpuhkan tersangka Supriyanto (33) alias Kampret warga Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari dengan timah panas karena nekat kabur saat penangkapan. Selain itu, petugas juga berhasil menangkap tersangka Joko Nugroho alias Senuk (24), warga Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak. Kedua pelaku merupakan komplotan spesialis pencuri rumah kosong dan sekolah yang beraksi di enam lokasi.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono didampingi Kasatreskrim AKP Parwanto, Selasa (30/9) mengungkapkan, selain kedua tersangka, petugas juga tengah memburu satu anggota komplotan lainnya yang saat ini tengah buron. “Penangkapan para tersangka diawali dengan penangkapan tersangka Joko, yang tertangkap basah hendak melakukan pencurian di wilayah Ngemplak, Sabtu (13/9) lalu,” jelasnya.

Hasil pengembangan petugas, tersangka mengakui sempat melakukan pencurian di wilayah Dukuh Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, berhasil membawa kabur uang tunai Rp 3 juta serta satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol AD 4786 QD . Hingga akhirnya tertangkaplah tersangka Supriyanto.

“Tersangka Supriyanto kemudian dibekuk Kamis (25/9). Namun sempat nekat kabur hingga petugas harus melumpuhkannya dengan timah panas ke betis kanan tersangka. Selain itu, kami juga berhasil mengamankan puluhan barang bukti LCD monitor komputer. Puluhan LCD komputer tersebut dijarah tersangka dari SMPN 2 Sambi.”

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Mereka diancam hukuman hingga tujuh tahun penjara. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *