Jelang Libur Idul Adha Tiket KA Ludes Terjual

St. Purwosari SoloJO, Solo – Jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 4 Oktober mendatang, tiket kereta api (KA) ekonomi Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta (Stasiun Tanjung Priok) sudah habis terjual.

Meskipun PT KAI sudah menambah kereta tambahan yakni Joko Tingkir untuk tujuan yang sama namunharha tiketnya berbeda sedikit lebih mahal juga habis diserbu masyarakat yang ingin berhari raya Qurban.

Menurut Slamet, kepala Stasian Purwosari Solo, semua tiket kereta api ekonomi baik itu tiket kereta api (KA) ekonomi Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta (Stasiun Tanjung Priok) maupun KA Joko Tingkir untuk jurusan yang sama tiket sudah habis terjual  hingga 15 Oktober mendatang.

Slamet juga mengatakan dengan pembelian sistem online yang saat ini diberlakukan semakin mempermudah penumpang dalam pembelian tiket. Juga menjadi angkutan yang semakin diminati calon penumpang.

Hal lainnya menurut Slamet yang membuat calon penumpang beralih pada kereta api adalah pelayanan dan fasilitas kereta api yang terus ditingkatkan. Selain itu harga tiketnya lebih murah  dibanding angkutan lainnya.

“Karena murah, kerata api Senja Bengawan dan Jaka Tingkir banyak diburu. Setiap kali pemberangkatan kedua kereta api itu, selalu saja habis tiketnya. Load factornya 100 persen, apalagi di akhir pekan atau di hari libur,” jelasnya di kantornya, Kamis (2/10/2014).

Slamet juga menerangkan jika tiket  KA Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta (Stasiun Tanjung Priok) masih disubsidi dan mendapat PSO (Public Service Obligation) dari pemerintah, harganya adalah Rp 50.000 per orang.

Sedangkan KA Jaka Tingkir nonsubsidi, jadi harga  tiketnya senilai Rp 90.000 per orang. Padahal fasiltas dan pelayaan yang didapat di kedua kereta api itu relatif sama.

“Namun mulai 1 Oktober, subsidi atau PSO untuk KA Senja Bengawan akan  dihapus. Harga tiketnya kembali normal sebesar  Rp 90.000 per orang, sama dengan KA Jaka Tingkir,” jelasnya.

Kondisi berbeda menurut Slamet ditunjukkan dengan penjualan tiket untuk  KA Kalijaga  jurusan Solo-Semarang (Stasiun Poncol) yang   sepi penumpang.

“Setiap kali pemberangkatan load factornya tidak lebih dari 10 persen dari 635 tempat duduk di tujuh gerbong yang disediakan,” ungkapnya.

Slamet juga menjelaskan meski pemberangkatan jadwal kereta dari Solo itu disesuaikan dengan jam kerja ketika tiba di Semarang, yakni 07.15 WIB. Juga diturunkannya harga tiket yang semula Rp.25 ribu turun menjadi Rp. 10 ribu tetap tidak mampu mendongkrak jumlah penumpang.

Slamet juga menginfokan bahwa pembelian tiket KA ekonomi untuk kebutuhan hari libur nasional Natal dan Tahun Baru sudah mulai dibuka.

Dan calon penumpang bisa langsung memesan melalui online atau datang langsung.

“Meski baru saja dibuka peminatnya sudah banyak, sudah hampir separuh terisi,” pungkasnya. –  tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *