Kasus Pelecehan Seksual PB XIII Hangabehi

LPSK Jakarta, siap kawal kasus itu sampai pengadilan

Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo S. (kiri) ketika menyerahkan surat jawaban terkait komitmen lembaga tersebut dalam mengawal kasus pelecehan seksual yang melibatkan Raja Kasunanan Surakarta, kepada kuasa hokum Asri Purwanti SH, MH di Solo, Kamis (2/10).
Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo S. (kiri) ketika menyerahkan surat jawaban terkait komitmen lembaga tersebut dalam mengawal kasus pelecehan seksual yang melibatkan Raja Kasunanan Surakarta, kepada kuasa hokum Asri Purwanti SH, MH di Solo, Kamis (2/10).

JO, Solo –  Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jakarta akhirnya mengabulkan permohonan pendamping korban kasus pelecehan seksual atas nama Asri Purwanti SH. MH., dalam kasus yang melibatkan Raja Kasunanan Surakarta Sinuhun Hangabehi PB XIII. LPSK berkomitmen akan mengawal kasus tersebut, sampai ranah pengadilan hingga putusan.

Hal itu langsung diungkapkan Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo selaku Devisi Pelayanan Saksi dan Korban, disaksikan Asri Purwanti SH. MH. serta Shoim Ketua LSM Kakak pemerhati pelecehan seksual, Kamis (2/10) di Solo.

“Kedatangan kami ke sini sebagai bentuk jawaban atas permohonan dari kuasa hukum sekaligus pendamping korban kasus dugaan pelecehen seksual yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki struktur tertinggi dalam masyarakat adat di Keraton Solo ini. Kami sangat concern, atas kasus ini. Sehingga LPSK perlu member porsi lebih secara struktural yang nantinya sampai ranah pengadilan hingga putusan,” jelas Hasto.
Dikatakan dia, setelah terkabulnya permohonan ini maka LPSK akan langsung berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo dalam proses penegakan hukumnya nanti. Bahkan dalam setiap pemeriksaan sejumlah saksi, tersangka maupun korban, polisi harus memberikan laporan kepada LPSK.

“Dari kronologi yang kami terima serta keterangan pendamping, kami menyimpulkan bahwa korban sangat perlu penanganan secara psikiatris. Karena jangan sampai dia mengalami problem psikologis yang justru menyebabkan terhambatnya proses hukum ini,” jelas dia.

Disinggung perlu tidaknya korban diungsikan agar bisa menenangkan diri terlebih dahulu, Hasto menjawab masih belum perlu. Namun jika situasinya berubah, maka dirinya berharap pihak pendamping segera berkoordinasi dengan LPSK, agar segera bertindak. “Karena kalau sudah begini, kami juga ikut bertanggung jawab juga.”

Atas komitmen tersebut, Asri Purwanti mengaku sangat bersyukur jika dalam penanganan kasus ini dirinya tidak sendirian alias ada tangan pemerintah yang ikut mengawal kasus ini hingga tuntas. “Yang jelas, saya merasa tersuppport. Saya lega, meski banyak teror psikologis menimpa saya,” tandasnya tanpa menyebutkan bentuk teror psikologis yang dia terima.

Di bagian lain Asri mengatakan, kendati korban telah diperiksa dua kali oleh penyidik Polres Sukoharjo, namun Jumat (3/10) besok AT akan kembali menjalani pemeriksaan penyidik. “Saya berharap, psikologi korban sudah mengalami kemajuan,” imbuhnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *