Aksi Vandalisme di Tembok Pura Mangkunegaran

Tiga pelajar diamankan Satpol PP

Kabid Penegakan Perda Arif Darmawan ketika menunjukkan barang bukti berupa cat semprot atas aksi vandalism yang dilakukan tiga pelajar belum lama ini. (Foto: Zaenal Huda)
Kabid Penegakan Perda Arif Darmawan ketika menunjukkan barang bukti berupa cat semprot atas aksi vandalism yang dilakukan tiga pelajar belum lama ini. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Solo – Menyusul aksi vandalisme yang dilakukan sejumlah pelajar SMU dalam pekan ini, Petugas Satpol PP Pemkot Solo sedikitnya telah mengamankan tiga pelajar pelaku vandalisme yang kepergok saat membuat graffiti di tembok Pura Mangkunegaran, yang justru merupakan cagar budaya.

“Dari ketiga pelajar itu, kami mengamankan lima buah cat semprot serta cat tembok yang mereka bawa. Saat ditangkap petugas gabungan Linmas, Hansip dan warga Kampung Totogan Pasar Legi, para pelajar itu membuat grafiti Sabtu pukul 03.00 dini hari,” jelas Kabid Penegakan Perda Arif Darmawan, Senin (6/10).

Dikatakan Arif, para pelajar itu saat dimintai keterangan petugas, rata-rata mereka menjawab iseng, ingin menyalurkan hobinya membuat mural. Bahkan satu diantara mereka, ternyata sering memenangkan lomba grafiti serta mural diberbagai lomba.

“Setelah kita bina dan diarahkan, mereka akhirnya kita lepas namun dengan membuat surat pernyataan terlebih dahulu. Di hadapan Kepala Sekolah masing-masing saat mereka memenuhi pemanggilan Satpol PP,” jelas Arif.

Masih menurut dia, sebagai tindak lanjut penanganan ke arah yang positif, Satpol PP, Musyawarah Kepala Sekolah (MKS) Negeri se Surakarta, Badan Koordinasi Sekolah Swasta (BKSS) dan Diknas Pemkot Solo, telah menyepakati adanya solusi terhadap aksi-aksi vandalisme pelajar tersebut.

“Yakni kami membuat lokasi khusus untuk membuat grafiti atau pun mural yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo. Sehingga diharapkan anak-anak yang memiliki bakat melukis, bisa menyalurkan bakatnya di lokasi tersebut,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Arif, tinggal menunggu siapa nanti yang akan menjadi leading sektor adanya lokasi tersebut. Karena jangan sampai aksi anak-anak muda yang positif ini keliru dalam menyalurkan bakatnya. “Kalau soal sanksi kita mengacu pada Perda No.6 Tahun 2006 tentang pengelolaan lingkungan. Sifatnya tipiring (Tindak Pidana Ringan) yakni kurungan selama tiga bulan. Atau denda sebesar Rp 50 juta,” pungkasnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *