BEM Univet Tolak Pabrik Semen di Giriwoyo

Aksi teatrikal demo BEM UNIVET Sukoharjo, yang menolak pendirian pabrik semen di Giriwoyo. Aksi berlangsung di pertigaan jalan barat Univet Sukoharjo. (Foto: Zaenal Huda)
Aksi teatrikal demo BEM UNIVET Sukoharjo, yang menolak pendirian pabrik semen di Giriwoyo. Aksi berlangsung di pertigaan jalan barat Univet Sukoharjo. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Sukoharjo – Sekitar dua puluhan massa dari elemen Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Veteran (UNIVET) “Bangun Nusantara” Sukoharjo melakukan aksi demo. Mereka menolak eksploitasi lahan pegunungan kapur yang lokasinya di kawasan Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri yang akan dijadikan pabrik semen.

Pantauan di lapangan, Selasa (7/10) sekitar pukul 10.00 menyebutkan, aksi mahasiswa di pertigaan barat UNIVET Sukoharjo tersebut berlangsung dengan pengawalan petugas Satlantas Polres Sukoharjo. Pasalnya, aksi tersebut berlangsung di pertigaan jalan yang padat, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas Sukoharjo-Solo mau pun sebaliknya.

Dalam aksinya, Korlap Muhammad Ridwan mengatakan, kenapa aksi ini dilakukan di Sukoharjo, bukan di Wonogiri? Karena secara geografis letak Wonogiri dibanding kota atau kabupaten lain seperti Sukoharjo, Solo, Karanganyar hingga Semarang, lebih tinggi daerahnya.

“Maka jika ekspolitasi pegunungan kapur selatan itu dilaksanakan dan didirikan pabrik semen, maka dampak lingkungan yang paling besar adalah banjir. Ini yang mengakhawatirkan kami. Selain itu, Pegunungan Sewu telah dimasukkan dalam salah satu cagar alam yang dilindungi UNESCO diatur dalam Perda RTRW Wonogiri No.9 Tahun 2011 pasal 31,” papar dia.

Oleh karena itu lanjutnya, kami dari Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33) menolak pendirian pabrik semen di Giriwoyo. Kedua, semua pihak terkait dihimbau segera mengkaji dan melaksanakan pasal 33 UUD ’45 dan terakhir melaksanakan UUPA No. 5 Tahun 1960. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *