PB XIII, Hanya Bisa Jawab Satu Pertanyaan

Penyidik Polres Sukoharjo Datangi Keraton Solo

Kasat Reskrim SKH
Kasat Reskrim SKH

JO, Sukoharjo – Pasca penyerahan bukti rekam medis atas sakitnya Raja Kasunanan Surakarta yakni PB XIII yang menderita stroke dan jantung, terkait dugaan kasus pencabulan atas korban AT. Kasat reskrim Polres Sukoharjo, langsung memerintahkan anak buahnya segera melakukan cross check atas kebenaran rekam medik tersebut. Bahkan langsung mendatangi Keraton Kasunan Surakarta, pada Sabtu (11/10/2014).

“Namun sayangnya, para para penyidik kami yang berjumlah lima orang hanya bisa menanyakan satu dari dua belas pertanyaan yang telah disiapkan. Hal itu dikarenakan kondisi Raja Surakarta itu, memang dalam kondisi stroke,” jelas Kasat Reskrim AKP Fran Dalanta Kembaren, kepada Jateng Online, Senin (13/10/2014) di Mapolres Sukoharjo.

Dikatakan Fran, pada hari Sabtu tersebut, anak buahnya yang berjumlah lima orang langsung mendatangi Keraton Solo dipimpin Ipda Suparno. Mereka datang sekitar pukul 14.00, namun baru diterima pihak keraton sekitar pukul 15.00. “Saat menemui penyidik itulah, PB XIII harus dipapah oleh sejumlah pembantunya,” katanya.

Atas kondisi tersebut, pihak penyidik akhirnya memutuskan untuk membatalkan pemeriksaan. Hal itu mengingat kondisi yang bersangkutan memang dalam kondisi sakit. Sehingga pemeriksaan tidak dilanjutkan. Sambil menunggu kondisi kesehatan PB XIII benar-benar siap untuk menjalani pemeriksaan petugas.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak pengacara PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu, Jumat (10/10/2014) mendatangi Polres Sukoharjo guna memenuhi panggilan penyidik Polres Sukoharjo, sekaligus menyerahkan bukti rekam medik atas sakitnya kliennya itu. Dalam kesempatan itu, Firman juga menegaskan, bahwa kliennya sama sekali tidak mengenal AT. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *