Boyolali Siaga Flu Burung

Disnakkan Bagikan vaksin AI Gratis

Seorang petugas Disnakkan Boyolali saat memeriksa kondisi ayam warga yang mati. (Foto: Zaenal Huda)
Seorang petugas Disnakkan Boyolali saat memeriksa kondisi ayam warga yang mati. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Boyolali – Mengantisipasi merebaknya virus flu burung lantaran kawasan Boyolali dikenal sebagai endemis virus tersebut. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali melakukan vaksinasi Asian Influenza (AI) unggas milik warga secara gratis. Pasalnya, virus tersebut diprediksi akan melakukan penyebarannya pada Bulan September hingga Februari mendatang.

Dokter hewan UPTD Banyudono, Aryo Prakoso Jati kepada Jateng Online, (13/10) mengatakan, vaksinasi AI tersebut merupakan program dari provinsi melaui Disnakkan. Untuk UPTD Banyudono mendapat jatah 4000 dosis yang diberikan ke masyarakat secara gratis. “Banyak kematian unggas juga disebabkan penyakit lain seperti newcastel desease (ND) maupun penyakit lainnya,” kata dia.
Aryo mengakui, sejauh ini pihaknya memang belum mendapat laporan adanya kematian unggas, terutama yang diduga akibat AI. Namun upaya antisipasi harus dilakukan supaya jangan sampai penyakit ini merebak.

Penyakit pada unggas menurut dia selain diberikan vaksin, dapat diantisipasi dengan kebersihan kandang. Maka, sebaiknya masyarakat yang memiliki unggas agar mengandangkan ternak mereka.“Jika dikandangkan akan lebih aman, apalagi jika kebersihan kandang selalu dijaga dan disemprot desinfektan secara berkala,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Kades Tempursari, Panut, menyambut baik program vaksinasi unggas tersebut. Pasalnya akan cukup membantun warga mengingat untuk membeli vaksin cukup mahal.“Harapan kami program ini dapat berkesinambungan. Di sisi lain warga juga sudah kami himbau untuk mengandangkan unggasnya,” kata Panut.

Salah seorang petugas lapangan Disnakan Boyolali, Fadra Hanif mengatakan, Bulan September hingga Februari biasanya merupakan masa merebaknya AI. Pada bulan-bulan ini, kondisi cuaca cukup terik namun dingin disertai angin kencang pada malam hari. Kondisi cuaca seperti ini rentan menimbulkan penyakit pada unggas, salah satunya AI. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *