Peringatan Hari Cuci Tangan se Dunia

SD N I Ngaru-Aru Banyudono, Gelar Cuci Tangan Bersama

Sejumlah anak SDN I Ngaru-Aru Banyudono ketika menggelar acara cuci tangan bersama, Rabu (15/10). (Foto: Zaenal Huda)
Sejumlah anak SDN I Ngaru-Aru Banyudono ketika menggelar acara cuci tangan bersama, Rabu (15/10). (Foto: Zaenal Huda)

JO, Boyolali – Memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2014. Sekitar seratusan siswa SD Negeri I Ngaru-Aru Banyudono dari kelas I hingga kelas VI, melakukan aksi cuci tangan bersama, Rabu (15/10) pagi. Mereka ramai-ramai mencuci tangannya dengan sabun dalam suasana riang gembira.

Menurut panitia, drg Farida Mahmudah, kegiatan dimaksudkan untuk memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia tanggal 15 Oktober. Selain itu, sekaligus memasyarakatkan pentingnya menjaga kebersihan badan. Sehingga dengan kebiasaan mencuci tangan yang dimulai sejak usia dini, masyarakat akan semakin tahu dan mengerti dalam menjaga kebersihan.

Setiap siswa mendapat giliran membasuh tangan dengan air yang memancar dari sejumlah lubang pipa paralon. Selanjutnya, mereka membersihkan kotoran yang menempel di tangan dengan sabun. Selain para siswa, aksi ini juga diikuti perangkat desa dan perwakilan pengurus PKK setempat

“Memang, selama ini masih ada anggapan bahwa mencuci tangan dengan sabun bukanlah kegiatan yang penting. Padahal dari kegiatan sepele itulah kita bisa memulai menjaga kebersihan itu. Ini yang coba kami sosialisasikan kepada anak,” ujar Farida.

Farida juga mengatakan, mencuci tangan menggunakan sabun sangat penting untuk menjaga kesehatan. Tak hanya membuat tangan bersih, namun juga sehat. Bahkan, mencuci tangan dengan sabun juga bermanfaat mengantisipasi penyakit yang bersumber dari debu ataupun kotoran. “Debu dan kotoran yang menempel di tangan bisa bersih sehingga aman memegang makanan.”

Senada, Camat Banyudono Rita Puspitasari menyambut positif kegiatan cuci tangan tersebut. Diharapkan, kegiatan bisa memasyarakatkan cuci tangan di masyarakat. Para siswa bisa menyampaikan pentingnya cuci tangan dengan sabun kepada siswa lainnya. Selain itu, pihaknya juga sengaja mengajak para perangkat desa dan pengurus PKK.

“Tujuannya, mereka bisa menyampaikan atau memasyarakatkan cuci tangan dengan sabun langsung kepada masyarakat. Bisa disampaikan dalam pertemuan atau reapat RT atau pertemuan desa,” pungkasnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *